here we go..now its time to posting pasangannya ANION, yaitu kation…Maha Besar Allah yang menciptakan mahluk selalu berpasangan..mahluk?mahluk kan ada2, mahluk hidup dan mahluk tak hidup (pocong?)..aaahhhhhh, udah langsung aj..
Metode dalam melakukan analisis kualitatif ini dilakukan secara konvensional, yaitu memakai cara visual yang berdasarkan kelarutan
Pengujian kelarutan dilakukan pertama-tama dengan mengelompokkan ion-ion yang mempunyai kemiripan sifat. Pengelompokkan dilakukan dalam bentuk pengendapan dimana penambahan pereaksi tertentu mampu mengendapkan sekelompok ion-ion. Cara ini menghasilkan 6 kelompok yang namanya disesuaikan dengan pereaksi pengendap yang digunakan untuk mengendapkan kelompok ion tersebut.
Kelompok ion-ion tersebut adalah: golongan klorida (I), golongan sulfide (II), golongan hidroksida (III), golongan sulfide (IV), golongan karbonat (V), dan golongan sisa (VI).
Yang berarti pada golongan I yang dihasilkan adalah endapan klorida, golongan II menghasilkankan sejumlah endapan garam sulfida, golongan III menghasilkan endapan hidroksida, golongan IV menghasilkan endapan sulfida yang larut dalam asam klorida, dan golongan V menghasilkan endapan karbonat.
Kimia analisis secara garis besar dibagi dalam dua bidang yang disebut analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif membahas identifikasi zat-zat. Urusannya adalah unsur atau senyawaan apa yang terdapat dalam suatu sampel atau contoh. Pada pokoknya tujuan analisis kualitatif adalah memisahkan dan mengidentifikasi sejumlah unsur Analisis kuantitatif berurusan dengan penetapan banyak suatu zat tertentu yang ada dalam sampel atau contoh (Underwood, 1986).
Analisis kualitatif membahas tentang pengidentifikasian za-zat yang terdapat dalam suatu sampel. Tujuan utama analisis kualitatif adalah memisahkan dan mengidentifikasi sejumlah unsur. (Underwood, 1986)
Klasifikasi kation yang paling umum didasarkan pada perbedaan kelarutan dari klorida, sulfida, dan karbonat kation tersebut. Kation diklasifikasikan dalam 5 golongan berdasarkan sifat-sifat kation tersebut terhadap beberapa reagensia. (Vogel, 1990)
Golongan-golongan kation memiliki ciri-ciri khas, yaitu:
- golongan I: membentuk endapan dengan asam klorida encer, ion-ion yang termasuk dalam golongan ini adalah timbal, raksa, dan perak.
- golongan II: membentuk endapan dengan hydrogen sulfide dalam suasana asam mineral encer. Ion-ion yang termasuk dalam golongan ini adalah merkurium (II), tembaga, cadmium, bismuth, stibium, timah.
- golongan III: membentuk endapan dengan ammonium sulfide dalam suasana netral. Kation golongan ini antara lain nikel, besi, kromium, aluminium, seng, mangan, dan kobalt.
- golongan IV: membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya ammonium klorida dalam suasana netral atau sedikit asam.
- golongan V: disebut juga golongan sisa karena tidak bereaksi dengan reagensia-reagensia golongan sebelumnya. Ion kation yang termasuk dalam golongan ini antara lain magnesium, natrium, kalium. Ammonium, litium, dan hydrogen. (Vogel, 1990).
Suatu pereaksi menyebabkan sebagian kation mengendap dan sebagian larut, maka setelah dilakukan penyaringan terhadap endapan tebentuk dua kelompok campuran yang massa masing-masingnya kurang dari campuran sebelumnya. Reaksi yang terjadi saat pengidentfikasian menyebabkan terbentuknya zat-zat baru yang berbeda dari zat semula dan berbeda sifat fisiknya. (Harjadi, 1993).
*** nih nama2 bukunya:
Harjadi, W. 1993.Ilmu kimia analitik Dasar .Erlangga. Jakarta.
Underwood & R.A Day. 1986. Analisis Kimia Kuantitatif. Erlangga. Jakarta
Vogel. 1990. Analisis Anorganik Kualitatif. PT. Kalman Media Pustaka. Jakarta.
Senin, 14 Desember 2009
asidi alkalimetri
Salah satu analisis titrimetri yang melibatkan asam basa adalah asidi alkalimetri. Titrasi asam basa sangat berguna dalam dunia kefarmasian terutama untuk reaksi-reaksi dalam pembuatan obat. Oleh karena itu asidi alkalimetri sangat perlu untuk dipelajari..
Salah satu dari empat golongan utama dalam penggolongan analisis titrimetri adalah reaksi penetralan atau asidimetri dan alkalimetri. Asidi dan alkalimetri ini melibatkan titrasi basa yang terbentuk karena hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah (basa bebas) dengan suatu asam standar (asidimetri), dan titrasi asam yang terbentuk dari hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah (asam bebas) dengan suatu basa standar (alkalimetri). Bersenyawanya ion hidrogen dan ion hidroksida untuk membentuk air merupakan akibat reaksi-reaksi tersebut (Basset, J, 1994).
Larutan yang mengandung reagensia dengan bobot yang diketahui dalam suatu volume tertentu dalam suatu larutan disebut larutan standar. Sedangkan larutan standar primer adalah suatu larutan yang konsentrasinya dapat langsung ditentukan dari berat bahan sangat murni yang dilarutkan dan volume yang terjadi. Suatu zat standar primer harus memenuhi syarat seperti dibawah ini:
1.Zat harus mudah diperoleh, mudah dimurnikan, mudah dikeringkan (sebaiknya pada suhu 110-120oC).
2.Zat harus mempunyai ekuivalen yang tinggi, sehingga sesatan penimbangan dapat diabaikan.
3.Zat harus mudah larut pada kondisi-kondisi dalam mana ia digunakan.
4.Zat harus dapat diuji terhadap zat-zat pengotor dengan uji-uji kualitatif atau uji-uji lain yang kepekaannya diketahui (jumlah total zat-zat pengotor, umumnya tak boleh melebihi 0,01-0,02 %).
5.Reaksi dengan larutan standar itu harus stoikiometrik dan praktis sekejap. Sesatan titrasi harus dapat diabaikan, atau mudah ditetapkan dengan cermat dengan eksperimen.
6.Zat harus tak berubah dalam udara selama penimbangan; kondisi-kondisi ini mengisyaratkan bahwa zat tak boleh higroskopik, tak pula dioksidasi oleh udara, atau dipengaruhi oleh karbondioksida. Standar ini harus dijaga agar komposisinya tak berubah selama penyimpanan.
Natrium karbonat Na2CO3, natrium tetraborat Na2B4O7, kalium hydrogen iodat KH(IO3)2, asam klorida bertitik didih konstan merupakan zat-zat yang biasa digunakan sebagai standar primer. Sedangkan standar sekunder adalah suatu zat yang dapat digunakan untuk standarisasi yang kandungan zat aktifnya telah ditemukan dengan perbandingan terhadap suatu standar primer (Basset, J, 1994).
Proses penambahan larutan standar sampai reaksi tepat lengkap, disebut titrasi. Titik (saat) mana reaksi itu tepat lengkap, disebut titik ekuivalen (setara) atau titik akhir teoritis. Lengkapnya titrasi, lazimnya harus terdeteksi oleh suatu perubahan, yang tak dapat di salah lihat oleh mata, yang dihasilkan oleh larutan standar (biasanya ditambahkan dari dalam sebuah buret) itu sendiri, atau lebih lazim lagi, oleh penambahan suatu reagensia pembantu yang dikenal sebagai indikator (Basset, J, 1994).
Berbagai indikator mempunyai tetapan ionisasi yang berbeda dan akibatnya mereka menunjukkan warna pada range pH yang berbeda (Keenan, 2002).
Fenolphtalein tergolong asam yang sangat lemah dalam keadaan yang tidak terionisasi indikator tersebut tidak berwarna. Jika dalam lingkungan basa fenolphtalein akan terionisasi lebih banyak dan memberikan warna terang karena anionnya (Day, 1981).
Metil jingga adalah garam Na dari suatu asam sulphonic di mana di dalam suatu larutan banyak terionisasi, dan dalam lingkungan alkali anionnya memberikan warna kuning, sedangkan dalam suasana asam metil jingga bersifat sebagai basa lemah dan mengambil ion H+, terjadi suatu perubahan struktur dan memberikan warna merah dari ion-ionnya (Day, 1981).
Campuran karbonat dan hidroksida, atau karbonat dan bikarbonat, dapat ditetapkan dengan titrasi dengan menggunakan indikator fenolphtalein dan jingga metil (Day, 1981).
Biasanya ion karbonat dititrasi sebagai suatu basa dengan suatu asam kuat sebagai titran, dalam hal mana akan diperoleh dua patahan yang cukup nyata, yang berpadanan dengan reaksi :
CO32- + H3O+ HCO3- + H2O
HCO3- + H3O+ H2CO3- + H2O
*** for the hardest n user who wants most n more, please read:
Bassett, J. dkk., 1991, Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Day, RA dan A.L Underwood, 1981, Analisa Kimia Kuantitatif, Erlangga, Jakarta.
Keenan, Charles W. dkk., 1991, Ilmu Kimia untuk Universitas Jilid I, Erlangga, Jakarta.
Tim Penyusun, 1979. Farmakope Indonesia Ed. III. Depkes RI. Jakarta
Salah satu dari empat golongan utama dalam penggolongan analisis titrimetri adalah reaksi penetralan atau asidimetri dan alkalimetri. Asidi dan alkalimetri ini melibatkan titrasi basa yang terbentuk karena hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah (basa bebas) dengan suatu asam standar (asidimetri), dan titrasi asam yang terbentuk dari hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah (asam bebas) dengan suatu basa standar (alkalimetri). Bersenyawanya ion hidrogen dan ion hidroksida untuk membentuk air merupakan akibat reaksi-reaksi tersebut (Basset, J, 1994).
Larutan yang mengandung reagensia dengan bobot yang diketahui dalam suatu volume tertentu dalam suatu larutan disebut larutan standar. Sedangkan larutan standar primer adalah suatu larutan yang konsentrasinya dapat langsung ditentukan dari berat bahan sangat murni yang dilarutkan dan volume yang terjadi. Suatu zat standar primer harus memenuhi syarat seperti dibawah ini:
1.Zat harus mudah diperoleh, mudah dimurnikan, mudah dikeringkan (sebaiknya pada suhu 110-120oC).
2.Zat harus mempunyai ekuivalen yang tinggi, sehingga sesatan penimbangan dapat diabaikan.
3.Zat harus mudah larut pada kondisi-kondisi dalam mana ia digunakan.
4.Zat harus dapat diuji terhadap zat-zat pengotor dengan uji-uji kualitatif atau uji-uji lain yang kepekaannya diketahui (jumlah total zat-zat pengotor, umumnya tak boleh melebihi 0,01-0,02 %).
5.Reaksi dengan larutan standar itu harus stoikiometrik dan praktis sekejap. Sesatan titrasi harus dapat diabaikan, atau mudah ditetapkan dengan cermat dengan eksperimen.
6.Zat harus tak berubah dalam udara selama penimbangan; kondisi-kondisi ini mengisyaratkan bahwa zat tak boleh higroskopik, tak pula dioksidasi oleh udara, atau dipengaruhi oleh karbondioksida. Standar ini harus dijaga agar komposisinya tak berubah selama penyimpanan.
Natrium karbonat Na2CO3, natrium tetraborat Na2B4O7, kalium hydrogen iodat KH(IO3)2, asam klorida bertitik didih konstan merupakan zat-zat yang biasa digunakan sebagai standar primer. Sedangkan standar sekunder adalah suatu zat yang dapat digunakan untuk standarisasi yang kandungan zat aktifnya telah ditemukan dengan perbandingan terhadap suatu standar primer (Basset, J, 1994).
Proses penambahan larutan standar sampai reaksi tepat lengkap, disebut titrasi. Titik (saat) mana reaksi itu tepat lengkap, disebut titik ekuivalen (setara) atau titik akhir teoritis. Lengkapnya titrasi, lazimnya harus terdeteksi oleh suatu perubahan, yang tak dapat di salah lihat oleh mata, yang dihasilkan oleh larutan standar (biasanya ditambahkan dari dalam sebuah buret) itu sendiri, atau lebih lazim lagi, oleh penambahan suatu reagensia pembantu yang dikenal sebagai indikator (Basset, J, 1994).
Berbagai indikator mempunyai tetapan ionisasi yang berbeda dan akibatnya mereka menunjukkan warna pada range pH yang berbeda (Keenan, 2002).
Fenolphtalein tergolong asam yang sangat lemah dalam keadaan yang tidak terionisasi indikator tersebut tidak berwarna. Jika dalam lingkungan basa fenolphtalein akan terionisasi lebih banyak dan memberikan warna terang karena anionnya (Day, 1981).
Metil jingga adalah garam Na dari suatu asam sulphonic di mana di dalam suatu larutan banyak terionisasi, dan dalam lingkungan alkali anionnya memberikan warna kuning, sedangkan dalam suasana asam metil jingga bersifat sebagai basa lemah dan mengambil ion H+, terjadi suatu perubahan struktur dan memberikan warna merah dari ion-ionnya (Day, 1981).
Campuran karbonat dan hidroksida, atau karbonat dan bikarbonat, dapat ditetapkan dengan titrasi dengan menggunakan indikator fenolphtalein dan jingga metil (Day, 1981).
Biasanya ion karbonat dititrasi sebagai suatu basa dengan suatu asam kuat sebagai titran, dalam hal mana akan diperoleh dua patahan yang cukup nyata, yang berpadanan dengan reaksi :
CO32- + H3O+ HCO3- + H2O
HCO3- + H3O+ H2CO3- + H2O
*** for the hardest n user who wants most n more, please read:
Bassett, J. dkk., 1991, Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Day, RA dan A.L Underwood, 1981, Analisa Kimia Kuantitatif, Erlangga, Jakarta.
Keenan, Charles W. dkk., 1991, Ilmu Kimia untuk Universitas Jilid I, Erlangga, Jakarta.
Tim Penyusun, 1979. Farmakope Indonesia Ed. III. Depkes RI. Jakarta
nitrimetri
Seorang farmasis dituntut untuk menguasai berbagai metode yang digunakan untuk penetapan kadar maupun pembakuan suatu bahan atau menganalisis senyawa obat. Salah satu metodenya yaitu nitrimetri yang termasuk dalam metode titrasi volumetri. Nitrimetri umumnya digunakan untuk penetapan sebagian besar obat sulfonamida dan obat-obat lain yang sesuai penggunaannya.
Teori Singkat (sumpah!!!!singkat banget.. :D )
Penetapan kadar zat dengan jalan titrasi mengunakan natrium nitrit sebagai titran dinamakan nitrimetri. Titrasi ini digunakan untuk penetapan kadar amina primer aromatik berdasarkan reaksi pembentukan garam diazonium dengan asam nitrit pada suhu di bawah 15oC. Dalam kondisi terkontrol, reaksi tersebut berlangsung secara kuantitatif. Oleh karena reaksi tersebut tidak begitu cepat maka titrasi dilakukan perlahan-lahan. Untuk menjaga suhu di bawah 15oC dapat digunakan pecahan es atau sirkulator. Di atas 15oC, garam diazonium yang terbentuk akan terhidrolisa menjadi fenol (Khopkhar, 1990).
Akhir titrasi atau Titik akhir tercapai ditandai dengan terjadinya warna biru seketika dan hal itu dapat ditunjukkan kembali setelah dibiarkan selama 1 menit. Reaksi yang terjadi pada titik akhir dapat ditulis sebagai berikut:
NaNO2 + HCl NaCl + HNO2
KI + HCl HI + KCl
HI + 2 HNO2 I2 + 2 NO + 2 H2O
I2 + amilum iod-amilum (biru)
(Harjadi, 1993).
Titik akhir titrasi ditentukan secara visual dengan menggunakan kertas kanji iodida P atau pasta kanji iodida P (Underwood, 1999).
Karena mempunyai bobot ekivalen yang sama karena jenis reaksi yang terjadi sama, larutan titer natrium nitrit konsentrasinya dinyatakan dalam molar yaitu setiap satu mol senyawa yang mengandung gugus amin primer aromatik setara dengan satu mol NaNO2 membentuk garam diazonium. (Underwood, 1999).
Teori Singkat (sumpah!!!!singkat banget.. :D )
Penetapan kadar zat dengan jalan titrasi mengunakan natrium nitrit sebagai titran dinamakan nitrimetri. Titrasi ini digunakan untuk penetapan kadar amina primer aromatik berdasarkan reaksi pembentukan garam diazonium dengan asam nitrit pada suhu di bawah 15oC. Dalam kondisi terkontrol, reaksi tersebut berlangsung secara kuantitatif. Oleh karena reaksi tersebut tidak begitu cepat maka titrasi dilakukan perlahan-lahan. Untuk menjaga suhu di bawah 15oC dapat digunakan pecahan es atau sirkulator. Di atas 15oC, garam diazonium yang terbentuk akan terhidrolisa menjadi fenol (Khopkhar, 1990).
Akhir titrasi atau Titik akhir tercapai ditandai dengan terjadinya warna biru seketika dan hal itu dapat ditunjukkan kembali setelah dibiarkan selama 1 menit. Reaksi yang terjadi pada titik akhir dapat ditulis sebagai berikut:
NaNO2 + HCl NaCl + HNO2
KI + HCl HI + KCl
HI + 2 HNO2 I2 + 2 NO + 2 H2O
I2 + amilum iod-amilum (biru)
(Harjadi, 1993).
Titik akhir titrasi ditentukan secara visual dengan menggunakan kertas kanji iodida P atau pasta kanji iodida P (Underwood, 1999).
Karena mempunyai bobot ekivalen yang sama karena jenis reaksi yang terjadi sama, larutan titer natrium nitrit konsentrasinya dinyatakan dalam molar yaitu setiap satu mol senyawa yang mengandung gugus amin primer aromatik setara dengan satu mol NaNO2 membentuk garam diazonium. (Underwood, 1999).
kompleksometri
Salah satu cara penetapan kadar suatu ion logam berdasarkan terbentuknya suatu senyawa kompleks antar ion logam dengan senyawa pembentuk kompleks ialah dengan kompleksometri (oh ya???). Senyawa pembentuk kompleks sebagai donor elektron sedangkan ion logam yang bertindak sebagai akseptor elektron. Dalam larutan alkali, pembentukan kompleks lebih efisien dan lebih stabil. Namun, jika terlalu alkali, perlu diwaspadai akanterbentuknya endapan logam teroksidasi.
Liganda unidentat adalah liganda (molekul donor elektron) yang ikantannya pada ion logam hanya pada satu tempat saja, jika terdapat pada banyak tempat disebut liganda poli/multiudentat seperti dinatrium EDTA (senyawa yang dengan banyak kation membentuk kompleks dengan perbandingan 1 : 1). Umumnya, indikator yang digunakan dalam titrasi kompleksometri adalah indikator logam yang mempunyai stabilitas yang lebih kecil dari dinatrium EDTA-logam dan bersifat sebagai liganda yang membentuk kompleks-logam yang warnanya berbeda dengan warnanya sendiri.
TEORIe jang seSINGKAT-jingkatnya
Persyaratan mendasar dalam titrasi kompleksometri ialah terbentuknya kompleks molekul netral yang terdisosiasi dalam larutan adalah kelarutan tingkat tinggi, seperti kompleks logam dengan EDTA. Demikian juga titrasi dengan merkuro nitrat dan perak sianida juga dikenal sebagai titrasi kompleksometri (Khopkar, 1990).
Daerah di sekitar ion logam pusat di mana ligand-ligand (valensi tambahan bertanggung jawab dalam ikatan dengan gugus koordinasi) ditemukan dinamakan lengkung koordinasi (Petrucci, 1985).
Terbentuknya ikatan kovalen parsial dengan ligand diakibatkan oleh adanya interaksi antara ion logam pusat dengan ligand yang melibatkan pembagian pasangan elektron bebas ion logam pada tiap molekul ligand. Ion kompleks seperti ini mempunyai warna gelap namun mencolok (Oxtoby, 2001).
M(H2)n + L M(H2O)(n-1)L + H2O
Di persamaan tersebut, ligand L dapat berupa sebuah molekul netral atau sebuah ion bermuatan, dengan penggantian molekul-molekul air berturut-turut selanjutnya dapat terjadi, sampai terbentuk kompleks MLn, di mana n adalah bilangan koordinasi dari ion logam itu, dan menyatakan jumlah maksimum ligand monodentat yang dapat terikat padanya (Vogel, 1994).
Dengan efek sepit, kompleks-kompleks yang dibentuk ion asetat memililki kestabilan Yang rendah dengan hampir semua kation polivalen, dan akan menjadi jauh lebih kuat karena terbentuk oleh kebanyakan kation logam. Asam-asam aminopoli karboksilat merupakan zat-zat pengompleks yang baik sekali (Vogel, 1994).
Liganda unidentat adalah liganda (molekul donor elektron) yang ikantannya pada ion logam hanya pada satu tempat saja, jika terdapat pada banyak tempat disebut liganda poli/multiudentat seperti dinatrium EDTA (senyawa yang dengan banyak kation membentuk kompleks dengan perbandingan 1 : 1). Umumnya, indikator yang digunakan dalam titrasi kompleksometri adalah indikator logam yang mempunyai stabilitas yang lebih kecil dari dinatrium EDTA-logam dan bersifat sebagai liganda yang membentuk kompleks-logam yang warnanya berbeda dengan warnanya sendiri.
TEORIe jang seSINGKAT-jingkatnya
Persyaratan mendasar dalam titrasi kompleksometri ialah terbentuknya kompleks molekul netral yang terdisosiasi dalam larutan adalah kelarutan tingkat tinggi, seperti kompleks logam dengan EDTA. Demikian juga titrasi dengan merkuro nitrat dan perak sianida juga dikenal sebagai titrasi kompleksometri (Khopkar, 1990).
Daerah di sekitar ion logam pusat di mana ligand-ligand (valensi tambahan bertanggung jawab dalam ikatan dengan gugus koordinasi) ditemukan dinamakan lengkung koordinasi (Petrucci, 1985).
Terbentuknya ikatan kovalen parsial dengan ligand diakibatkan oleh adanya interaksi antara ion logam pusat dengan ligand yang melibatkan pembagian pasangan elektron bebas ion logam pada tiap molekul ligand. Ion kompleks seperti ini mempunyai warna gelap namun mencolok (Oxtoby, 2001).
M(H2)n + L M(H2O)(n-1)L + H2O
Di persamaan tersebut, ligand L dapat berupa sebuah molekul netral atau sebuah ion bermuatan, dengan penggantian molekul-molekul air berturut-turut selanjutnya dapat terjadi, sampai terbentuk kompleks MLn, di mana n adalah bilangan koordinasi dari ion logam itu, dan menyatakan jumlah maksimum ligand monodentat yang dapat terikat padanya (Vogel, 1994).
Dengan efek sepit, kompleks-kompleks yang dibentuk ion asetat memililki kestabilan Yang rendah dengan hampir semua kation polivalen, dan akan menjadi jauh lebih kuat karena terbentuk oleh kebanyakan kation logam. Asam-asam aminopoli karboksilat merupakan zat-zat pengompleks yang baik sekali (Vogel, 1994).
permanganometri
Penetapan kadar zat dalam praktek ini berdasarkan reaksi redoks dengan KMnO4 atau dengan cara permanganometri. Hal ini dilakukan untuk menentukan kadar reduktor dalam suasana asam dengan penambahan asam sulfat encer, karena asam sulfat tidak bereaksi terhadap permanganat dalam larutan encer.Pembakuan KMnO4 dibuat dengan melarutkan KMnO4 dalam sejumlah air, dan mendidihkannya selama beberapa jam dan kemudian endapan MnO2 disaring. Endapan tersebut dibakukan dengan menggunakan zat baku utama, yaitu natrium oksalat. Larutan KMnO4 yang diperoleh dibakukan dengan cara mentitrasinya dengan natrium oksalat yang dibuat dengan pengenceran kristalnya pada suasana asam. Pada pembakuan larutan KMnO4 0,1 N, natrium oksalat dilarutkan kemudian ditambahkan dengan asam sulfat pekat, kemudian dititrasi dengan KMnO4 sampai larutan berwarna merah jambu pucat. Setelah didapat volume titrasi, maka dapat dicari normalitas KMnO4.
TEORI SINGKAT (suer!!ini juga singkat banget..nanti ditambah klo ada waktu..Insyallah..atau ada yang mau nambahin?)
Pada permanganometri, titran yang digunakan adalah kalium permanganat. Kalium permanganat mudah diperoleh dan tidak memerlukan indikator kecuali digunakan larutan yang sangat encer serta telah digunakan secara luas sebagai pereaksi oksidasi selama seratus tahun lebih.. Setetes permanganat memberikan suatu warna merah muda yang jelas kepada volume larutan dalam suatu titrasi. Warna ini digunakan untuk menunjukkan kelebihan pereaksi (Day, 1980).
Kalium permangatat sukar diperoleh secara sempurna murni dan bebas sama sekali dari mangan oksida. Lagipula, air suling yang biasa mungkin mengandung zat-zat pereduksi yang akan bereaksi dengan kalium permanganat dengan membentuk mangan dioksida serta bukanlah suatu larutan standar primer (Basset, 1994).
Kalium permangatat merupakan oksidator kuat dalam larutan yang bersifat asam lemah, netral atau basa lemah. Dalam larutan yang bersifat basa kuat, ion permanganat dapat tereduksi menjadi ion manganat yang berwarna hijau (Rivai, 1995).
Titrasi harus dilakukan dalam larutan yang bersifat asam kuat karena reaksi tersebut tidak terjadi bolak balik, sedangakan potensial elektroda sangat tergantung pada pH (Rivai, 1995).
Kalium Permanganat distandarisasikan dengan menggunakan natrium oksalat atau sebagai arsen (III) oksida standar-standar primer (Basset, 1994).
Reaksi yang terjadi pada proses pembakuan kalium permanganat adalah:
5C2O4- + 2MnO4- + 16H+ 10CO2 + 2Mn2+ + 8H2O
Akhir titrasi ditandai dengan timbulnya warna merah muda yang disebabkan kelebihan permanganat (Rivai, 1995).
TEORI SINGKAT (suer!!ini juga singkat banget..nanti ditambah klo ada waktu..Insyallah..atau ada yang mau nambahin?)
Pada permanganometri, titran yang digunakan adalah kalium permanganat. Kalium permanganat mudah diperoleh dan tidak memerlukan indikator kecuali digunakan larutan yang sangat encer serta telah digunakan secara luas sebagai pereaksi oksidasi selama seratus tahun lebih.. Setetes permanganat memberikan suatu warna merah muda yang jelas kepada volume larutan dalam suatu titrasi. Warna ini digunakan untuk menunjukkan kelebihan pereaksi (Day, 1980).
Kalium permangatat sukar diperoleh secara sempurna murni dan bebas sama sekali dari mangan oksida. Lagipula, air suling yang biasa mungkin mengandung zat-zat pereduksi yang akan bereaksi dengan kalium permanganat dengan membentuk mangan dioksida serta bukanlah suatu larutan standar primer (Basset, 1994).
Kalium permangatat merupakan oksidator kuat dalam larutan yang bersifat asam lemah, netral atau basa lemah. Dalam larutan yang bersifat basa kuat, ion permanganat dapat tereduksi menjadi ion manganat yang berwarna hijau (Rivai, 1995).
Titrasi harus dilakukan dalam larutan yang bersifat asam kuat karena reaksi tersebut tidak terjadi bolak balik, sedangakan potensial elektroda sangat tergantung pada pH (Rivai, 1995).
Kalium Permanganat distandarisasikan dengan menggunakan natrium oksalat atau sebagai arsen (III) oksida standar-standar primer (Basset, 1994).
Reaksi yang terjadi pada proses pembakuan kalium permanganat adalah:
5C2O4- + 2MnO4- + 16H+ 10CO2 + 2Mn2+ + 8H2O
Akhir titrasi ditandai dengan timbulnya warna merah muda yang disebabkan kelebihan permanganat (Rivai, 1995).
kalorimeter
Energi mekanik akibat gerakan partikel materi dan dapat dipindah dari satu tempat ke tempat lain disebut kalor. (Syukri S, 1999).
Pengukuran jumlah kalor reaksi yang diserap atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia dengan eksperimen disebut kalorimetri. Dengan menggunakan hukum Hess, kalor reaksi suatu reaksi kimia dapat ditentukan berdasarkan data perubahan entalpi pembentukan standar, energi ikatan dan secara eksperimen. Proses dalam kalorimeter berlangsung secara adiabatik, yaitu tidak ada energi yang lepas atau masuk dari luar ke dalam kalorimeter. (Petrucci,1987).
Kalor yang dibutuhkan untuk menaikan suhu kalorimeter sebesar 1 0C pada air dengan massa 1 gram disebut tetapan kalorimetri (Petrucci,1987). Dalam proses ini berlaku azas Black yaitu:
q lepas = q terima
q air panas = q air dingin + q kalorimeter
m1 c (Tp – Tc) = m2 c (Tc – Td) + C(Tc – Td)
keterangan:
m1 = massa air panas m2 = massa air dingin
c = kalor jenis air C = kapasitas kalorimeter
Tp = suhu air panas Tc = suhu air campuran
Td = suhu air dingin
Sedang hubungan kuantitatif antara kalor dan bentuk lain energi disebut termodinamika. Termodinamika kimia dapat didefinisikan sebagai cabang kimia yang menangani hubungan kalor, kerja, dan bentuk lain energi dengan kesetimbangan dalam reaksi kimia dan dalam perubahan keadaan (Keenan, 1980).
Hukum pertama termodinamika menghubungkan perubahan energi dalam suatu proses termodinamika dengan jumlah kerja yang dilakukan pada sistem dan jumlah kalor yang dipindahkan kesistem (Petrucci, 1987)
Hukum kedua termodinamika yaitu membahas tentang reaksi spontan dan tidak spontan. Proses spontan yaitu reaksi yang berlangsung tanpa pengaruh luar. Sedangakan reaksi tidak spontan tidak terjadi tanpa bantuan luar.
Hukum ketiga termodinamika menyatakan bahwa entropi dari kristal sempurna murni pada suhu nol mutlak ialah nol. Kristal sempurna murni pada suhu nol mutlak menunjukkan keteraturan tertinggi yang dimungkinkan dalam sistem termodinamika. Jika suhu ditingkatkan sedikit diatas 0 K, entropi meningkat. Entropi mutlak selalu mempunyai nilai positif (Petrucci, 1987)
Kalor reaksi dapat diperoleh dari hubungan massa zat (m), kalor jenis zat (c) dan perubahan suhu (?T), yang dinyatakan dengan persamaan berikut
q = m . c . ?T
Pengukuran jumlah kalor reaksi yang diserap atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia dengan eksperimen disebut kalorimetri. Dengan menggunakan hukum Hess, kalor reaksi suatu reaksi kimia dapat ditentukan berdasarkan data perubahan entalpi pembentukan standar, energi ikatan dan secara eksperimen. Proses dalam kalorimeter berlangsung secara adiabatik, yaitu tidak ada energi yang lepas atau masuk dari luar ke dalam kalorimeter. (Petrucci,1987).
Kalor yang dibutuhkan untuk menaikan suhu kalorimeter sebesar 1 0C pada air dengan massa 1 gram disebut tetapan kalorimetri (Petrucci,1987). Dalam proses ini berlaku azas Black yaitu:
q lepas = q terima
q air panas = q air dingin + q kalorimeter
m1 c (Tp – Tc) = m2 c (Tc – Td) + C(Tc – Td)
keterangan:
m1 = massa air panas m2 = massa air dingin
c = kalor jenis air C = kapasitas kalorimeter
Tp = suhu air panas Tc = suhu air campuran
Td = suhu air dingin
Sedang hubungan kuantitatif antara kalor dan bentuk lain energi disebut termodinamika. Termodinamika kimia dapat didefinisikan sebagai cabang kimia yang menangani hubungan kalor, kerja, dan bentuk lain energi dengan kesetimbangan dalam reaksi kimia dan dalam perubahan keadaan (Keenan, 1980).
Hukum pertama termodinamika menghubungkan perubahan energi dalam suatu proses termodinamika dengan jumlah kerja yang dilakukan pada sistem dan jumlah kalor yang dipindahkan kesistem (Petrucci, 1987)
Hukum kedua termodinamika yaitu membahas tentang reaksi spontan dan tidak spontan. Proses spontan yaitu reaksi yang berlangsung tanpa pengaruh luar. Sedangakan reaksi tidak spontan tidak terjadi tanpa bantuan luar.
Hukum ketiga termodinamika menyatakan bahwa entropi dari kristal sempurna murni pada suhu nol mutlak ialah nol. Kristal sempurna murni pada suhu nol mutlak menunjukkan keteraturan tertinggi yang dimungkinkan dalam sistem termodinamika. Jika suhu ditingkatkan sedikit diatas 0 K, entropi meningkat. Entropi mutlak selalu mempunyai nilai positif (Petrucci, 1987)
Kalor reaksi dapat diperoleh dari hubungan massa zat (m), kalor jenis zat (c) dan perubahan suhu (?T), yang dinyatakan dengan persamaan berikut
q = m . c . ?T
silikon
Silikon (polysiloxan) adalah polimer inorganik yang terdiri dari komponen penyusun silikon-oksigen (…-Si-O-Si-O-Si-O-…). Beberapa “side group” organik dapat digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih tulang belakang -Si-O- ini. Dengan memvariasikan panjang rantai -Si-O-, “side group”, dan penghubung silang, silikone dapat disintesis menjadi beberapa jenis material, seperti, cairan, gel, dan karet (Anonim2, 2007).
Jenis paling umum adalah polydimethylsiloxane linear atau PDMS. Grup terbesar kedua dari material silikone berdasar pada resin silikone yang terbentuk oleh oligosiloxanes yang bercabang dan berbentuk-kandang (Anonim2, 2007).
Silikone tak berbau, tak berwarna, tahan air, tahan kimia, tahan oksidasi, stabil pada suhu tinggi, dan bukan konduktor listrik. Dia memiliki banyak kegunaan, seperti pelumas, lem, penyegel, gasket sampai implantasi buah dada (kontroversi besar muncul pada 1990-an yang mengkhawatirkan silikon dalam implantasi buah dada dapat menyebabkan beberapa penyakit) (Anonim2, 2007).
Elastomer silikon merupakan polimer sintesis yang masih relatif baru penggunaannya sebagai material isolasi polimer pada isolator listrik tegangan tinggi/ekstra tinggi pasangan luar (outdoor). Terdapat beberapa keuntungan yang dimiliki material isolasi polimer diantaranya ringan, memiliki sifat dielektrik, resistivitas volume, sifat termal, kekuatan mekanik yang lebih baik dan tahan gempa serta mudah penanganannya dibandingkan material konvensional (porselen/keramik dan gelas). Salah satu sifat yang menjadikan elastomer silikon sangat populer dan lebih unggul sebagai material isolasi dibanding porselen dan gelas maupun jenis polimer lainnya adalah sifat menolak air atau hidrofobik (hydrophobic). Selain itu material ini juga mampu mempengaruhi lapisan polusi yang menempel di permukaannya ikut bersifat hidrofobik. Fenomena ini disebut transfer hidrofobik. Sifat hidrofobik dan kemampuannya mentransfer sifat tersebut ke lapisan polusi sangat bermanfaat bagi isolator listrik pasangan luar karena dalam kondisi lembab, basah/hujan tidak akan memberi peluang terbentuknya lapisan air yang kontinu sehingga konduktivitas permukaan isolator tetap rendah. Dengan demikian arus bocor (leakage current) yang terjadi sangat kecil (Kibbie, 2000).
Struktur kimia elastomer silikon terdiri dari tulang punggung ikatan dari bahan anorganik (silikon dan.oksigen) yang tahan terhadap penuaan, namun ikatan samping yang terdiri darn bahan organik (karbon dan hidrogen) dapat mengalami degradasi oleh terpaan dari berbagai faktor iklim seperti temperatur tinggi, kelembaban/hujan serta radiasi ultraviolet dengan intensitas tinggi sebagaimana yang dijumpai di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia. Terpaan iklim tropis secara simultan pada isolasi elastomer silikon kemungkinan akan mengakibatkan degradasi sifatsifatnya, yang ditandai dengan perubahan warna, perubahan sifat dielektrik dan menghilangnya sifat hidrofobik, serta munculnya arus bocor yang terus meningkat sehingga pada akhirnya terjadi keretakan (tracking) dan erosi yang akan memperpendek umur isolator. Kajian ke arah perbaikan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja isolator terhadap kondisi tertentu terus dilakukan oleh berbagai peneliti dengan mencari metode vulkanisasi, jenis dan level ambang dosis bahan pengisi (filler). Adanya komposisi bahan pengisi berdosis tinggi pada elastomer silikon dapat meningkatkan kekuatan mekanis dan kestabilan sifat termalnya, akan tetapi dapat pula mengurangi sifat dielektriknya, melemahkan proses pemulihan dan kekuatan transfer sifat hidrofobik serta lebih sulit proses pencetakannya. Oleh karena itu yang menjadi sasaran khusus dan target utama rangkaian penelitian ini adalah mempelajari metode vulkanisasi dan mendapatkan komposisi dosis bahan pengisi yang memberikan kinerja optimal bagi elastomer silikon sebagai bahan isolator tegangan tinggi pasangan luar di daerah beriklim tropis (Anonim2, 2007).
Telah diketahui bahwa pada botol terdapat kandungan berupa silikon dioksida (SiO2), Al2O3, Fe2O3, Cr2O3, CaO, MgO, BaO, Na2O, 1(20, PbO, dan B2O3. Silikon dioksida (SiO2) merupakan komponen utama botol yang berkisar 70%. Dengan menggunakan proses daur ulang yang efisien, limbah botol ini akan diekstraksi menghasilkan SiO2. Proses daur ulang limbah gelas ini menggunakan metode alkalifusion. Metode alkalifusion dipilih karena temperatur pembakaran yang dibutuhkan relatif rendah yaitu minimal 550°C daripada metode carbonitefusion yang memerlukan temperatur 900°C. Proses daur ulang ini menggunakan golongan alkali yaitu NaOH. NaOH berfungsi untuk membongkar ikatan kimia yang ada di gelas dengan cara memanaskan pecahan gelas dan NaOH secara bersama-sama pada suhu 550-600°C selama 2 jam, sehingga senyawa SiO2 dapat dipisahkan dengan senyawa lain seperti Fe, Al, Mg, dan lain-lain melalui mekanisme reaksi kimia.Dari hasil percobaan dan analisis menggunakan metode gravimetry maka didapatkan kandungan SiO2 terbesar 96.2 % dari ekstraksi limbah gelas berwarna hijau. Peningkatan temperatur pembakaran menyebabkan kemurnian SiO2 akan semakin baik. Sedangkan wama gelas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemurnian silika. Ekstraksi silika dari limbah gelas dilakukan mengingat silika merupakan senyawa yang sangat penting dan banyak digunakan dalam industri gelas dan keramik, serta dalam industri elektronika yang digunakan sebagai bahan pembuatan circuit boards, semi konduktor, dan piezoelektrik (Anonim2, 2007).
*Sumber:
Anonim1, 2007. http://www.wikipedia.com/wikipedia, the free encyclopedia/Polyurethanes.htm/
Anonim2, 2007. http://www.wikipedia.com/wikipedia, the free encyclopedia/Silikone.htm/
Kibbie, A. H., Ph.D., 2000. Handbook of Pharmaceutical Excipients. Third Edition. Pharmaceutical Press London, UK, Washington, D. C.
Nazarudin, H. H., 2007. http://www.situswebkimiaindonesia.com/Poliuretan, Polimer Serba Bisa.htm
http://www.theuniversityofsouthernmississippi.com/Polyurethanes.htm/
Jenis paling umum adalah polydimethylsiloxane linear atau PDMS. Grup terbesar kedua dari material silikone berdasar pada resin silikone yang terbentuk oleh oligosiloxanes yang bercabang dan berbentuk-kandang (Anonim2, 2007).
Silikone tak berbau, tak berwarna, tahan air, tahan kimia, tahan oksidasi, stabil pada suhu tinggi, dan bukan konduktor listrik. Dia memiliki banyak kegunaan, seperti pelumas, lem, penyegel, gasket sampai implantasi buah dada (kontroversi besar muncul pada 1990-an yang mengkhawatirkan silikon dalam implantasi buah dada dapat menyebabkan beberapa penyakit) (Anonim2, 2007).
Elastomer silikon merupakan polimer sintesis yang masih relatif baru penggunaannya sebagai material isolasi polimer pada isolator listrik tegangan tinggi/ekstra tinggi pasangan luar (outdoor). Terdapat beberapa keuntungan yang dimiliki material isolasi polimer diantaranya ringan, memiliki sifat dielektrik, resistivitas volume, sifat termal, kekuatan mekanik yang lebih baik dan tahan gempa serta mudah penanganannya dibandingkan material konvensional (porselen/keramik dan gelas). Salah satu sifat yang menjadikan elastomer silikon sangat populer dan lebih unggul sebagai material isolasi dibanding porselen dan gelas maupun jenis polimer lainnya adalah sifat menolak air atau hidrofobik (hydrophobic). Selain itu material ini juga mampu mempengaruhi lapisan polusi yang menempel di permukaannya ikut bersifat hidrofobik. Fenomena ini disebut transfer hidrofobik. Sifat hidrofobik dan kemampuannya mentransfer sifat tersebut ke lapisan polusi sangat bermanfaat bagi isolator listrik pasangan luar karena dalam kondisi lembab, basah/hujan tidak akan memberi peluang terbentuknya lapisan air yang kontinu sehingga konduktivitas permukaan isolator tetap rendah. Dengan demikian arus bocor (leakage current) yang terjadi sangat kecil (Kibbie, 2000).
Struktur kimia elastomer silikon terdiri dari tulang punggung ikatan dari bahan anorganik (silikon dan.oksigen) yang tahan terhadap penuaan, namun ikatan samping yang terdiri darn bahan organik (karbon dan hidrogen) dapat mengalami degradasi oleh terpaan dari berbagai faktor iklim seperti temperatur tinggi, kelembaban/hujan serta radiasi ultraviolet dengan intensitas tinggi sebagaimana yang dijumpai di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia. Terpaan iklim tropis secara simultan pada isolasi elastomer silikon kemungkinan akan mengakibatkan degradasi sifatsifatnya, yang ditandai dengan perubahan warna, perubahan sifat dielektrik dan menghilangnya sifat hidrofobik, serta munculnya arus bocor yang terus meningkat sehingga pada akhirnya terjadi keretakan (tracking) dan erosi yang akan memperpendek umur isolator. Kajian ke arah perbaikan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja isolator terhadap kondisi tertentu terus dilakukan oleh berbagai peneliti dengan mencari metode vulkanisasi, jenis dan level ambang dosis bahan pengisi (filler). Adanya komposisi bahan pengisi berdosis tinggi pada elastomer silikon dapat meningkatkan kekuatan mekanis dan kestabilan sifat termalnya, akan tetapi dapat pula mengurangi sifat dielektriknya, melemahkan proses pemulihan dan kekuatan transfer sifat hidrofobik serta lebih sulit proses pencetakannya. Oleh karena itu yang menjadi sasaran khusus dan target utama rangkaian penelitian ini adalah mempelajari metode vulkanisasi dan mendapatkan komposisi dosis bahan pengisi yang memberikan kinerja optimal bagi elastomer silikon sebagai bahan isolator tegangan tinggi pasangan luar di daerah beriklim tropis (Anonim2, 2007).
Telah diketahui bahwa pada botol terdapat kandungan berupa silikon dioksida (SiO2), Al2O3, Fe2O3, Cr2O3, CaO, MgO, BaO, Na2O, 1(20, PbO, dan B2O3. Silikon dioksida (SiO2) merupakan komponen utama botol yang berkisar 70%. Dengan menggunakan proses daur ulang yang efisien, limbah botol ini akan diekstraksi menghasilkan SiO2. Proses daur ulang limbah gelas ini menggunakan metode alkalifusion. Metode alkalifusion dipilih karena temperatur pembakaran yang dibutuhkan relatif rendah yaitu minimal 550°C daripada metode carbonitefusion yang memerlukan temperatur 900°C. Proses daur ulang ini menggunakan golongan alkali yaitu NaOH. NaOH berfungsi untuk membongkar ikatan kimia yang ada di gelas dengan cara memanaskan pecahan gelas dan NaOH secara bersama-sama pada suhu 550-600°C selama 2 jam, sehingga senyawa SiO2 dapat dipisahkan dengan senyawa lain seperti Fe, Al, Mg, dan lain-lain melalui mekanisme reaksi kimia.Dari hasil percobaan dan analisis menggunakan metode gravimetry maka didapatkan kandungan SiO2 terbesar 96.2 % dari ekstraksi limbah gelas berwarna hijau. Peningkatan temperatur pembakaran menyebabkan kemurnian SiO2 akan semakin baik. Sedangkan wama gelas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemurnian silika. Ekstraksi silika dari limbah gelas dilakukan mengingat silika merupakan senyawa yang sangat penting dan banyak digunakan dalam industri gelas dan keramik, serta dalam industri elektronika yang digunakan sebagai bahan pembuatan circuit boards, semi konduktor, dan piezoelektrik (Anonim2, 2007).
*Sumber:
Anonim1, 2007. http://www.wikipedia.com/wikipedia, the free encyclopedia/Polyurethanes.htm/
Anonim2, 2007. http://www.wikipedia.com/wikipedia, the free encyclopedia/Silikone.htm/
Kibbie, A. H., Ph.D., 2000. Handbook of Pharmaceutical Excipients. Third Edition. Pharmaceutical Press London, UK, Washington, D. C.
Nazarudin, H. H., 2007. http://www.situswebkimiaindonesia.com/Poliuretan, Polimer Serba Bisa.htm
http://www.theuniversityofsouthernmississippi.com/Polyurethanes.htm/
mencontek ...........
Ehm.. Ni postingan bakalan kaya Pisau Bermata Dua. Tanya Kenapa? Disatu sisi membantu, disatu sisi lagi bisa-bisa saya kena marah.. Yang penting niatnya kan? :D Postingan ini mungkin berguna buat Dosen/Guru yang kebetulan baca sehingga dapat mengantisipasi. Namun, juga berguna buat Mahasiswa/Siswa yang kebetulan Dosen/gurunya nggak baca Tips Hebat ini :evil:
So, kesepakatan dulu nih, resiko ditanggung penumpang ya? [kaya tukang kelotok (sejenis perahu dalam bahasa Banjar) aja]
Mencontek
Kata yang satu ini pasti udah gak asing banget di telinga kalian semua, terutama para pelajar atawa Mahasiswa. Ya. siapa sih yang gak pernah nyontek? Saat ini mencontek sudah dianggap sebagai salah satu alternatif yang paling jitu banget jika kita gak bisa menjawab soal, terutama pada saat ulangan atau ujian (hanya “sebagian” orang yang berpendapat seperti ini, yang jujur juga banyak koq :D ). Tapi, penuh resiko!!! Gimana aja sih, cara kiat-kiat sukses mengantisipasi mencontek, dan apa aja resikonya? Nah! Beruntung banget kamu Dosen/Guru atau -Anda para Pahlawan tanpa tanda jasa- yang baca artikel ini, karena ini bakalan berguna banget buat kalian, khususnya pada saat musim ulangan atau midtest atau juga final test.
Sebelum kita mempelajari segala macam trik-trik jitu mencontek, gak ada salahnya kalo kita mengenal definisi dan pengertian mencontek. Mencontek adalah suatu usaha yang kebanyakan dilakukan oleh para pelajar SD, SMP, SMA, maupun mahasiswa untuk melihat buku catatan, buku panduan, ataupun menyalin pekerjaan teman secara sembunyi-sembunyi guna mendapatkan jawaban dari mata pelajaran yang diujikan. Seperti halnya kegiatan yang lain, mencontek adalah salah satu kegiatan yang penuh resiko. Jadi, mencontek harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi, agar tidak ketahuan sama guru atau Dosen.
Gimana seh, cara mencontek yang baik dan benar??? Mencontek adalah salah satu kegiatan untuk mendapatkan jawaban. Bisa dilakukan dengan mencontek buku, maupun dengan mencontek pekerjaan teman. Untuk menjadi pecontek yang handal, kalian harus melakukannya dengan sungguh-sungguh. Untuk mendapatkan jawaban, cara yang umum sekali digunakan di kalangan siswa adalah (PERHATIAN, untuk kalangan teknisi pengajar, monggo dirumuskan sendiri cara mengantisipasi cara-cara dibawah ini):
Berikut beberapa caranya:
1. Rangkum dulu semua materi pokok dalam kertas kecil, lalu beli pulpen biasa yang warnanya item, nach kertas tadi masukin kedalam pulpen tersebut. Dijamin tuch contekan pasti lolos masuk ke ruangan. Tinggal usaha dech, cari sela untuk buka contekannya.
2. Trik Berikutnya cuma bisa diterapkan untuk yang berkerudung saja, [maaf bukannya mendiskreditkan yang berkerudung]. Modalnya lumayan mahal, (harus punya MP3 player). Rekam semua pelajaranmu di MP3 player. Pake apa ?? Ya pake suara kamu sendiri. trus Taruh MP3 Player kamu di saku depan ‘en jangan lupa pasang earphonenya di telinga kamu. Trik ini biasanya berhasil kalo pengawasnya Laki-laki. Gak mungkinkan Pak pengawas nyuruh murid itu ngelepas kerudungnya.
3. Siapin Kertas contekan di kertas HVS (tulisannya jangan terlalu kecil). Kalo cara bawa masuk keruangannya pikir sendiri ya… Nach waktu di dalem ruangan keluarin tuch contekan, taruh dibawah lembar soal. Cara nyonteknya : Abis Baca soal trus lanjutin baca contekan. Usahakan wajar waktu membaca contekannya jadi pengawas gak curiga kalo kamu lagi nyontek. Dia kira kamu lagi baca soal.
4. [Khusus Cewek] Ada cara bawa masuk kertas contekan yang jitu nich. Di bagian bawah Rok kamu kan ada lipatan jahitan. berkorban sedikitlah, jahitan lipatan itu di bongkar dikit (dedel :jawa. Nach selipin tuch kertas contekan di bagian lipatan bawah rok mu. tapi cara ngambilnya dan nyonteknya cari sendiri ya…
5. [Yang ini pake usaha dikit] Saat ujian nantikan semua peserta membawa alas papan (lupa nich namanya). Belah dulu papan itu jadi dua, lalu rekatkan lagi bagian pinggir-pinggirnya saja. nach bagian tengah yang gak di rekatkan itu bisa untuk nyelipin contekan masuk kedalem ruangan.
6. Siapkan 1 Kotak Pensil (bagus lagi kalo bekas tinta printer yang mereknya data print). Disarankan yang transparan non kecurigaan, buatlah CK tadi dengan diketik di ms.word, arial, font size 7, sesuaikan dengan ukuran kotak pensilmu, setelah selesai diketik, print aja kalo bener2 udah sesuai ama CK, gunting sesuai dengan ukuran kotak pensil, tempelkan dengan double tape di bagian dalam kotak pensil tadi agar memudahkan kita melihat C, sebelumnya dijepret dulu bagian bawah CK tadi, agar kelihatan rapi dan seperti buku mini yg mudah dibawa kemana–mana maka jadilah sebuah kerpe’an universal yang dapat dinikmati oleh semua golongan.
7. Jangan sampe ketauan! Kalo mau masa depan loe sukses, hati-hatilah dalam menyontek. Menurut riset para ahli *Bukan Saya lho!!!* kalo loe menemui kesulitan, misalnya dapet tempat duduk di depan, loe harus tetep tenang man… Kalo perlu, bawa kertas sendiri aja dari luar, jadi kalo loe rada parno buat nyontek, tinggal oper kertas aja ke partner loe. Kalo pengawasnya mulai ngeliatin loe, liatin balik aja :D Hewhewhew!!
8. Kalo niat loe ngerpe, bukan nyontek, mesti ati-ati pas bawa kerpe’an loe. Kalo kebetulan tempat duduk loe deket jendela en jendelanya kagak dikunci, masukin aja duluan kerpe’annya, biar kagak ketauan en ngurangin resiko bahaya bagi jiwa dan ragamu..Jangan sampe loe diserang panu kadas kurap kutu air karna ngerpe’..
9. Kalo loe punya jiwa setia kawan + berani bin nekat + sohib sejati di ruang berbeda dari loe, kalo mo ngasi contekan ke temen loe itu, taro di kamar mandi aja!! BUKAN sebagai bentuk kesetiakawanan Sosial Nasional…:mrgreen:
10. Bedoalahhh… karena kesuksesan gw selama ini, juga karena doa,, hahahahakkkk!!! Terbukti banget tuh, gw belom pernah ditegor sekalipun ama pengawas sekiller apapoen waktu strategi berjalan… Dari TK juga kita dah diajarin bwat bedoa kan, tiap mau ngapa-ngapain??
11. Catat hal-hal yang penting di selembar tisu. Lipat lagi menurut garis lipatannya. Bahan contekan udah siap digunakan. Nah! Cara ini adalah cara yang paling aman untuk mencontek. Soalnya, cara menconteknya gak mencolok, cuma dengan cara berpura-pura mengelap keringat kamu dengan tisu, kamu bisa melirik jawaban yang udah dicatet di tissue tersebut. Easy banget kan? (terinspirasi dari iklan detergen)
12. Salah satu kegiatan yang paling umum dan yang paling mudah dilakukan dalam mencontek adalah memasukkan buku di kolong meja, dan menariknya apabila telah ada kesempatan untuk mencontek. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah: sebelum ulangan dimulai, buka buku di bagian bab yang diujikan. Masukkan buku ke dalam kolong tanpa menutup halaman. Pada saat ulangan, lihat situasi dulu. Jika guru udah jauh dari meja kamu duduk, kamu boleh menarik buku kamu keluar, dan bebas mencontek. Jika guru mendekat, masukkan bukumu ke kolong meja dengan cepat. Tapi jangan tergesa-gesa. Bisa jadi buku kamu jatuh, dan guru akan semakin curiga dengan kamu. Jadi be careful!!!
13. Datang ke kelas lebih awal, tuliskan contekan dikursi kuliah. (kalau tertangkap, bilang saja tulisan itu sudah ada sejak dulu)
Kesimpulannya (Modus Operandinya):
1. sms ama Bluetooth+MP3 Player (Using Technology)
2. kertas di lempar
3. skandal selipan kertas di dalam sudut penghapus dan di dalam rautan putar
4. slipan kertas bahkan buku di dalem rok(buat cewek ama waria)
5. nulis di paha
6. nyimpen catetan di tempat pensil
7. sandi tangan, sandi angka, sandi anggota tubuh
8. nyimpen buku di kolong bangku
9. nyimpen catetan di saku, di dictionary(Kamus), di dompet
10. cara menyimpan koran atau majalah di meja pengawas
11. cara garuk-garuk
12. cara gelisah
13. cara ehem…ehem…
14. janjian di kamar mandi
15. tukeran soal
16. pura-pura papan tulis nggak di hapus padahal ada rumus-rumus
17. cara jeduk-jeduk bangku
18. cara calling pengawas dengan private number, biar si pengawas sibuk+geer
19. ngumpan satu orang buat ngalihin pertanyaan
Wach apa lagi ya caranya ???. Sekali lagi Saya gak bertanggung jawab atas segala tindakan yang dilakukan karena tulisan ini. Digunakan hanya sebagai perhatian bagi Dosen/Guru (Muridnya sekalian). Yah…mungkin hanya kiat-kiat itu yang bisa diberikan. Sebenernya banyak banget cara yang bisa digunakan untuk mencontek, asal kamu kreatif tapi tentunya juga selalu ada cara untuk mengatasinya (bukankah semua hal didunia ini diciptakan berpasangan? :D ). Ayo Bu Guru n Pak Guru, awasi dengan benar Anak didiknya and buat Siswa/Mahasiswa yang kebetulan baca, Selamat mencontek yah! Mudah-mudahan gak ketahuan guru! Hihihihi………. PEACE
Special thanks to All My Friend selama Saya Skul n Kuliah yang sudah menjadi “inspirasi”.
*gunakan artikel ini dengan bijaksana*
So, kesepakatan dulu nih, resiko ditanggung penumpang ya? [kaya tukang kelotok (sejenis perahu dalam bahasa Banjar) aja]
Mencontek
Kata yang satu ini pasti udah gak asing banget di telinga kalian semua, terutama para pelajar atawa Mahasiswa. Ya. siapa sih yang gak pernah nyontek? Saat ini mencontek sudah dianggap sebagai salah satu alternatif yang paling jitu banget jika kita gak bisa menjawab soal, terutama pada saat ulangan atau ujian (hanya “sebagian” orang yang berpendapat seperti ini, yang jujur juga banyak koq :D ). Tapi, penuh resiko!!! Gimana aja sih, cara kiat-kiat sukses mengantisipasi mencontek, dan apa aja resikonya? Nah! Beruntung banget kamu Dosen/Guru atau -Anda para Pahlawan tanpa tanda jasa- yang baca artikel ini, karena ini bakalan berguna banget buat kalian, khususnya pada saat musim ulangan atau midtest atau juga final test.
Sebelum kita mempelajari segala macam trik-trik jitu mencontek, gak ada salahnya kalo kita mengenal definisi dan pengertian mencontek. Mencontek adalah suatu usaha yang kebanyakan dilakukan oleh para pelajar SD, SMP, SMA, maupun mahasiswa untuk melihat buku catatan, buku panduan, ataupun menyalin pekerjaan teman secara sembunyi-sembunyi guna mendapatkan jawaban dari mata pelajaran yang diujikan. Seperti halnya kegiatan yang lain, mencontek adalah salah satu kegiatan yang penuh resiko. Jadi, mencontek harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi, agar tidak ketahuan sama guru atau Dosen.
Gimana seh, cara mencontek yang baik dan benar??? Mencontek adalah salah satu kegiatan untuk mendapatkan jawaban. Bisa dilakukan dengan mencontek buku, maupun dengan mencontek pekerjaan teman. Untuk menjadi pecontek yang handal, kalian harus melakukannya dengan sungguh-sungguh. Untuk mendapatkan jawaban, cara yang umum sekali digunakan di kalangan siswa adalah (PERHATIAN, untuk kalangan teknisi pengajar, monggo dirumuskan sendiri cara mengantisipasi cara-cara dibawah ini):
Berikut beberapa caranya:
1. Rangkum dulu semua materi pokok dalam kertas kecil, lalu beli pulpen biasa yang warnanya item, nach kertas tadi masukin kedalam pulpen tersebut. Dijamin tuch contekan pasti lolos masuk ke ruangan. Tinggal usaha dech, cari sela untuk buka contekannya.
2. Trik Berikutnya cuma bisa diterapkan untuk yang berkerudung saja, [maaf bukannya mendiskreditkan yang berkerudung]. Modalnya lumayan mahal, (harus punya MP3 player). Rekam semua pelajaranmu di MP3 player. Pake apa ?? Ya pake suara kamu sendiri. trus Taruh MP3 Player kamu di saku depan ‘en jangan lupa pasang earphonenya di telinga kamu. Trik ini biasanya berhasil kalo pengawasnya Laki-laki. Gak mungkinkan Pak pengawas nyuruh murid itu ngelepas kerudungnya.
3. Siapin Kertas contekan di kertas HVS (tulisannya jangan terlalu kecil). Kalo cara bawa masuk keruangannya pikir sendiri ya… Nach waktu di dalem ruangan keluarin tuch contekan, taruh dibawah lembar soal. Cara nyonteknya : Abis Baca soal trus lanjutin baca contekan. Usahakan wajar waktu membaca contekannya jadi pengawas gak curiga kalo kamu lagi nyontek. Dia kira kamu lagi baca soal.
4. [Khusus Cewek] Ada cara bawa masuk kertas contekan yang jitu nich. Di bagian bawah Rok kamu kan ada lipatan jahitan. berkorban sedikitlah, jahitan lipatan itu di bongkar dikit (dedel :jawa. Nach selipin tuch kertas contekan di bagian lipatan bawah rok mu. tapi cara ngambilnya dan nyonteknya cari sendiri ya…
5. [Yang ini pake usaha dikit] Saat ujian nantikan semua peserta membawa alas papan (lupa nich namanya). Belah dulu papan itu jadi dua, lalu rekatkan lagi bagian pinggir-pinggirnya saja. nach bagian tengah yang gak di rekatkan itu bisa untuk nyelipin contekan masuk kedalem ruangan.
6. Siapkan 1 Kotak Pensil (bagus lagi kalo bekas tinta printer yang mereknya data print). Disarankan yang transparan non kecurigaan, buatlah CK tadi dengan diketik di ms.word, arial, font size 7, sesuaikan dengan ukuran kotak pensilmu, setelah selesai diketik, print aja kalo bener2 udah sesuai ama CK, gunting sesuai dengan ukuran kotak pensil, tempelkan dengan double tape di bagian dalam kotak pensil tadi agar memudahkan kita melihat C, sebelumnya dijepret dulu bagian bawah CK tadi, agar kelihatan rapi dan seperti buku mini yg mudah dibawa kemana–mana maka jadilah sebuah kerpe’an universal yang dapat dinikmati oleh semua golongan.
7. Jangan sampe ketauan! Kalo mau masa depan loe sukses, hati-hatilah dalam menyontek. Menurut riset para ahli *Bukan Saya lho!!!* kalo loe menemui kesulitan, misalnya dapet tempat duduk di depan, loe harus tetep tenang man… Kalo perlu, bawa kertas sendiri aja dari luar, jadi kalo loe rada parno buat nyontek, tinggal oper kertas aja ke partner loe. Kalo pengawasnya mulai ngeliatin loe, liatin balik aja :D Hewhewhew!!
8. Kalo niat loe ngerpe, bukan nyontek, mesti ati-ati pas bawa kerpe’an loe. Kalo kebetulan tempat duduk loe deket jendela en jendelanya kagak dikunci, masukin aja duluan kerpe’annya, biar kagak ketauan en ngurangin resiko bahaya bagi jiwa dan ragamu..Jangan sampe loe diserang panu kadas kurap kutu air karna ngerpe’..
9. Kalo loe punya jiwa setia kawan + berani bin nekat + sohib sejati di ruang berbeda dari loe, kalo mo ngasi contekan ke temen loe itu, taro di kamar mandi aja!! BUKAN sebagai bentuk kesetiakawanan Sosial Nasional…:mrgreen:
10. Bedoalahhh… karena kesuksesan gw selama ini, juga karena doa,, hahahahakkkk!!! Terbukti banget tuh, gw belom pernah ditegor sekalipun ama pengawas sekiller apapoen waktu strategi berjalan… Dari TK juga kita dah diajarin bwat bedoa kan, tiap mau ngapa-ngapain??
11. Catat hal-hal yang penting di selembar tisu. Lipat lagi menurut garis lipatannya. Bahan contekan udah siap digunakan. Nah! Cara ini adalah cara yang paling aman untuk mencontek. Soalnya, cara menconteknya gak mencolok, cuma dengan cara berpura-pura mengelap keringat kamu dengan tisu, kamu bisa melirik jawaban yang udah dicatet di tissue tersebut. Easy banget kan? (terinspirasi dari iklan detergen)
12. Salah satu kegiatan yang paling umum dan yang paling mudah dilakukan dalam mencontek adalah memasukkan buku di kolong meja, dan menariknya apabila telah ada kesempatan untuk mencontek. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah: sebelum ulangan dimulai, buka buku di bagian bab yang diujikan. Masukkan buku ke dalam kolong tanpa menutup halaman. Pada saat ulangan, lihat situasi dulu. Jika guru udah jauh dari meja kamu duduk, kamu boleh menarik buku kamu keluar, dan bebas mencontek. Jika guru mendekat, masukkan bukumu ke kolong meja dengan cepat. Tapi jangan tergesa-gesa. Bisa jadi buku kamu jatuh, dan guru akan semakin curiga dengan kamu. Jadi be careful!!!
13. Datang ke kelas lebih awal, tuliskan contekan dikursi kuliah. (kalau tertangkap, bilang saja tulisan itu sudah ada sejak dulu)
Kesimpulannya (Modus Operandinya):
1. sms ama Bluetooth+MP3 Player (Using Technology)
2. kertas di lempar
3. skandal selipan kertas di dalam sudut penghapus dan di dalam rautan putar
4. slipan kertas bahkan buku di dalem rok(buat cewek ama waria)
5. nulis di paha
6. nyimpen catetan di tempat pensil
7. sandi tangan, sandi angka, sandi anggota tubuh
8. nyimpen buku di kolong bangku
9. nyimpen catetan di saku, di dictionary(Kamus), di dompet
10. cara menyimpan koran atau majalah di meja pengawas
11. cara garuk-garuk
12. cara gelisah
13. cara ehem…ehem…
14. janjian di kamar mandi
15. tukeran soal
16. pura-pura papan tulis nggak di hapus padahal ada rumus-rumus
17. cara jeduk-jeduk bangku
18. cara calling pengawas dengan private number, biar si pengawas sibuk+geer
19. ngumpan satu orang buat ngalihin pertanyaan
Wach apa lagi ya caranya ???. Sekali lagi Saya gak bertanggung jawab atas segala tindakan yang dilakukan karena tulisan ini. Digunakan hanya sebagai perhatian bagi Dosen/Guru (Muridnya sekalian). Yah…mungkin hanya kiat-kiat itu yang bisa diberikan. Sebenernya banyak banget cara yang bisa digunakan untuk mencontek, asal kamu kreatif tapi tentunya juga selalu ada cara untuk mengatasinya (bukankah semua hal didunia ini diciptakan berpasangan? :D ). Ayo Bu Guru n Pak Guru, awasi dengan benar Anak didiknya and buat Siswa/Mahasiswa yang kebetulan baca, Selamat mencontek yah! Mudah-mudahan gak ketahuan guru! Hihihihi………. PEACE
Special thanks to All My Friend selama Saya Skul n Kuliah yang sudah menjadi “inspirasi”.
*gunakan artikel ini dengan bijaksana*
gram negatif bentuk batang
Ini merupakan contoh-contoh gram negatif yang berbentuk batang.. Yuk kita mengenalnya lebih jauh..
Ø Pseudomonas
Genus Pseudomonas terdiri dari sejumlah kuman batang gram negatif yang tidak meragi karbohidrat, hidup aerob di tanah dan air.
Dalam habitat alam tersebar luas dan memegang peranan penting dalam pembusukan zat organic. Bergerak dengan flagel polar, satu atau lebih. Beberapa diantaranya adalah fakultatif khemolitotrof, dapat memakai H2 atau CO sebagai sumber karbon. Katalasa positif.
Ada yang patogen bagi binatang atau tanaman dan ada yang patogen bagi kedua-duanya. Kebanyakan spesies Pseudomonas tidak menyebabkan infeksi pada manusia, tetapi kuman ini penting karena bersifat oportunis patogen, dapat menyebabkan infeksi pada individu dengan ketahanan tubuh yang menurun.
Infeksi biasanya gawat, sulit diobati dan biasanya merupakan infeksi nosokimal. Genus Pseudomonas mempunyai spesies paling sedikit 10-12 yang penting dalam klinik.
Contohnya: Pseudomonas aeruginosa, yang dapat dihubungkan dengan penyakit pada manusia. Organisme ini dapat merupakan penyebab 10-20% infeksi nosokimal. Sering diisolasi dari penderita dengan neoplastik, luka, dan luka bakar yang berat. Kuman ini juga dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernafasan bagian bawah, saluran kemih, mata dan lain-lainnya. Dengan morfologi umumnya mempunyai flagel polar, tetapi kadang-kadang 2-3 flagel. Bila tumbuh pada perbenihan tanpa sukrosa terdapat lapisan lendir polisakarida ekstraseluler. Struktur dinding sel sama dengan famili Enterobacteriaceae. Strain yang diisolasi dari bahan klinik sering mempunyai pili untuk perlekatan pada permukaan sel dan memegang peranan penting dalam resistensi terhadap fagositosis. Pseudomonas aeruginosa merupakan organisme yang sangat mudah beradaptasi dan dapat memakai 80 gugus organik yang berbeda untuk pertumbuhannya dan amonia sebagai sumber nitrogen. Pseudomonas aeruginosa adalah satu-satunya spesies yang menghasilkan:
1. Piosianin, suatu pigmen yang larut dalam kloroform.
2. Fluoresen, suatu pigmen yang larut dalam air. Beberapa strain menghasilkan pigmen merah.
Contoh Pseudomonas lainnya adalah: Pseudomonas cepacia, kuman ini mempunyai hubungan dengan penyakit; endokarditis, septikemia, infeksi luka dan infeksi saluran kemih. Kebanyakan resistensi terhdap antibiotika.
Pseudomonas maltophilia, sering diisolasi dari orofaring dan sputum, juga dari lingkungan dan dapat menyebabkan infeksi nosokimal. Dapat menginfeksi luka, saluran kemih dan darah. Kebanyakan resistensi terhadap antibiotika.
Pseudomonas mallei, organisme ini penyebab kelenjar pada kuda dan keledai. Manusia mendapat infeksi karena kontak melalui goresan kulit atau inhalasi.
Pseudomonas pseudomallei, organisme ini merupakan penghuni biasa dari tanah, menyebabkan melioidosis yaitu suatu penyakit kelenjar pada manusia. Organisme ini masuk kedalam badan dengan jalan inhalasi atau melalui inhalasi
Ø Vibrio
Yang termasuk dalam kelompok ini Vibrio cholerae, secara umum bakteri batang bengkok seperti koma, berukuran 2-4 cm. Gerakannya sangat aktif dengan adanya flagel monotrikh, tidak mempunyai spora. Saat pembiakan lama, dapat menjadi berbentuk batang lurus, bersifat aerob atau anaerob fakultatif. Dikelompokkan dalam gram negatif.
Biasanya tidak tahan asam. Bila dalam perbenihan terdapat karbohidrat yang dapat diragi, kuman dapat mati. Tumbuh baik pada medium, yang mengandung gram mineral dan asparagin sebagai sumber karbon dan nitrogen. Contohnya: Agar Alkaline taurocholate tellurite dan Agar Thiosulfate Citrate Bilesalt Sucrose (TCBS).
Dalam kondisi normal hanya pathogen untuk manusia, tidak bersifat invasif, kuman tidak pernah masuk dalam sirkulasi darah, tetapi menetap/terlokalisasi dalam usus, menghasilkan toksin kholera (enterotoksin), musinase dan endotoksin. Toksin cholera diserap di permukaan gangliosida sel epitel dan merangsang hipersekresi air dan klorida dan menghambat absorpsi natrium. Akibat kehilangan banyak cairan dan elektrolit, terjadi dehidrasi, asidosis, syok dan mati. Secara histologis, usus tetap normal.
Contoh yang lain Vibrio parahaemolyticus dengan sifat-sifat, struktur dan pewarnaan serupa dengan spesies Vibrio lainnya. Dengan metabolisme: fermentasi, dan respirasi, tanpa menghasilkan gas.
Seperti spesies vibrio lainnya, membutuhkan perbenihan selektif. Halofilik (salt loving): membutuhkan minimal 2% NaCl. Biotip alginolyticus tahan sampai 11% NaCl; penting untuk membedakan biotip parahaemolyticus. Pada agar TCBS membentuk koloni besar.
Ø Yercinia dan Franscisella
Yercinia mencakup 3 species yang penting: Yersinia pestis, suatu organisme penyebab plague. Plague adalah sebuah infeksi yang berasal dari rodensia liar, yang ditularkan dari satu rodensia ke rodensia lainnya dan terkadang dari rodensia ke manusia melalui gigitan kutu. Infeksi yang serius sering terjadi, yang mana pernah menimbulkan pandemik black death yang mengakibatkan kematian berjuta-juta orang. Organisme ini tidak mortil dan tumbuh sebagai anaerob fakultatif di beberapa media bakteriologi. Pertumbuhannya lebih cepat pada media yang mengandung darah atau cairan jaringan dan paling cepat bila berada pada suhu 300C. Pada kultur agar darah dimana suhunya 370C, koloni-koloninya mungkin akan semakin kecil hanya dalam waktu 24 jam. Yersinia pseudotuberculosis, terdapat pada setidaknya 6 serotipe, tetapi serotipe O1 terhitung paling banyak menginfeksi pada manusia. Y pseudotuberculosis terjadi pada hewan dan burung serta pada pertanian, yang mengeluarkan organisme tersebut melalui fesesnya. Injeksi pada manusia mungkin akibat dari mengkonsumsi material yang terkontaminasi oleh feses hewan tersebut. Penularan dari orang ke orang mungkin terjadi. Contoh berikut yang lainnya dari Yersinia yaitu Yersinia enterocolitica, muncul dengan lebih dari 50 serotipe; sebagian besar diisolasi dari penyakit pada manusia, yaitu memiliki serotipe O3, O8, dan O9. Organisme ini dapat menghasilkan enterotoksin yang stabil terhadap panas, namun cara kerja racun ini pada infeksi diare tidak begitu jelas terdefinisi. Y enterocolitica telah diisolasi dari rodensia dan hewan-hewan domestik (seperti domba, sapi, babi, anjing dan kucing) serta dari air yang terkontaminasi oleh organisme tersebut. Penularannya ke manusia mungkin dapat terjadi melalui kontaminasi pada makanan, minuman atau fomites.
Ø Francisella
Yang termasuk dalam kelompok ini Francisella tularensis adalah bakteri kecil gram negatif berbentuk batang pleomorfik. Organisme ini jarang terlihat pada jaringan smear. Francisella tularensis ditemukan tersebar luas pada hewan reservoir dan ditularkan ke manusia melalui gigitan arthropods, kontak langsung dengan jaringan hewan yang terinfeksi, menghirup aerosol atau menelan makanan atau air yang terkontaminasi. Penyakit yang ditimbulkan, tularemia, jarang ditemukan di Amerika Serikat, dan persentasi klinik akan tergantung pada jalur infeksi tersebut. Organisme ini biasanya diidentifikasi melalui kondisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan dengan metode pewarnaan immunofluorescence atau aglutinasi dengan antisera spesifik .
Ø Pseudomonas
Genus Pseudomonas terdiri dari sejumlah kuman batang gram negatif yang tidak meragi karbohidrat, hidup aerob di tanah dan air.
Dalam habitat alam tersebar luas dan memegang peranan penting dalam pembusukan zat organic. Bergerak dengan flagel polar, satu atau lebih. Beberapa diantaranya adalah fakultatif khemolitotrof, dapat memakai H2 atau CO sebagai sumber karbon. Katalasa positif.
Ada yang patogen bagi binatang atau tanaman dan ada yang patogen bagi kedua-duanya. Kebanyakan spesies Pseudomonas tidak menyebabkan infeksi pada manusia, tetapi kuman ini penting karena bersifat oportunis patogen, dapat menyebabkan infeksi pada individu dengan ketahanan tubuh yang menurun.
Infeksi biasanya gawat, sulit diobati dan biasanya merupakan infeksi nosokimal. Genus Pseudomonas mempunyai spesies paling sedikit 10-12 yang penting dalam klinik.
Contohnya: Pseudomonas aeruginosa, yang dapat dihubungkan dengan penyakit pada manusia. Organisme ini dapat merupakan penyebab 10-20% infeksi nosokimal. Sering diisolasi dari penderita dengan neoplastik, luka, dan luka bakar yang berat. Kuman ini juga dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernafasan bagian bawah, saluran kemih, mata dan lain-lainnya. Dengan morfologi umumnya mempunyai flagel polar, tetapi kadang-kadang 2-3 flagel. Bila tumbuh pada perbenihan tanpa sukrosa terdapat lapisan lendir polisakarida ekstraseluler. Struktur dinding sel sama dengan famili Enterobacteriaceae. Strain yang diisolasi dari bahan klinik sering mempunyai pili untuk perlekatan pada permukaan sel dan memegang peranan penting dalam resistensi terhadap fagositosis. Pseudomonas aeruginosa merupakan organisme yang sangat mudah beradaptasi dan dapat memakai 80 gugus organik yang berbeda untuk pertumbuhannya dan amonia sebagai sumber nitrogen. Pseudomonas aeruginosa adalah satu-satunya spesies yang menghasilkan:
1. Piosianin, suatu pigmen yang larut dalam kloroform.
2. Fluoresen, suatu pigmen yang larut dalam air. Beberapa strain menghasilkan pigmen merah.
Contoh Pseudomonas lainnya adalah: Pseudomonas cepacia, kuman ini mempunyai hubungan dengan penyakit; endokarditis, septikemia, infeksi luka dan infeksi saluran kemih. Kebanyakan resistensi terhdap antibiotika.
Pseudomonas maltophilia, sering diisolasi dari orofaring dan sputum, juga dari lingkungan dan dapat menyebabkan infeksi nosokimal. Dapat menginfeksi luka, saluran kemih dan darah. Kebanyakan resistensi terhadap antibiotika.
Pseudomonas mallei, organisme ini penyebab kelenjar pada kuda dan keledai. Manusia mendapat infeksi karena kontak melalui goresan kulit atau inhalasi.
Pseudomonas pseudomallei, organisme ini merupakan penghuni biasa dari tanah, menyebabkan melioidosis yaitu suatu penyakit kelenjar pada manusia. Organisme ini masuk kedalam badan dengan jalan inhalasi atau melalui inhalasi
Ø Vibrio
Yang termasuk dalam kelompok ini Vibrio cholerae, secara umum bakteri batang bengkok seperti koma, berukuran 2-4 cm. Gerakannya sangat aktif dengan adanya flagel monotrikh, tidak mempunyai spora. Saat pembiakan lama, dapat menjadi berbentuk batang lurus, bersifat aerob atau anaerob fakultatif. Dikelompokkan dalam gram negatif.
Biasanya tidak tahan asam. Bila dalam perbenihan terdapat karbohidrat yang dapat diragi, kuman dapat mati. Tumbuh baik pada medium, yang mengandung gram mineral dan asparagin sebagai sumber karbon dan nitrogen. Contohnya: Agar Alkaline taurocholate tellurite dan Agar Thiosulfate Citrate Bilesalt Sucrose (TCBS).
Dalam kondisi normal hanya pathogen untuk manusia, tidak bersifat invasif, kuman tidak pernah masuk dalam sirkulasi darah, tetapi menetap/terlokalisasi dalam usus, menghasilkan toksin kholera (enterotoksin), musinase dan endotoksin. Toksin cholera diserap di permukaan gangliosida sel epitel dan merangsang hipersekresi air dan klorida dan menghambat absorpsi natrium. Akibat kehilangan banyak cairan dan elektrolit, terjadi dehidrasi, asidosis, syok dan mati. Secara histologis, usus tetap normal.
Contoh yang lain Vibrio parahaemolyticus dengan sifat-sifat, struktur dan pewarnaan serupa dengan spesies Vibrio lainnya. Dengan metabolisme: fermentasi, dan respirasi, tanpa menghasilkan gas.
Seperti spesies vibrio lainnya, membutuhkan perbenihan selektif. Halofilik (salt loving): membutuhkan minimal 2% NaCl. Biotip alginolyticus tahan sampai 11% NaCl; penting untuk membedakan biotip parahaemolyticus. Pada agar TCBS membentuk koloni besar.
Ø Yercinia dan Franscisella
Yercinia mencakup 3 species yang penting: Yersinia pestis, suatu organisme penyebab plague. Plague adalah sebuah infeksi yang berasal dari rodensia liar, yang ditularkan dari satu rodensia ke rodensia lainnya dan terkadang dari rodensia ke manusia melalui gigitan kutu. Infeksi yang serius sering terjadi, yang mana pernah menimbulkan pandemik black death yang mengakibatkan kematian berjuta-juta orang. Organisme ini tidak mortil dan tumbuh sebagai anaerob fakultatif di beberapa media bakteriologi. Pertumbuhannya lebih cepat pada media yang mengandung darah atau cairan jaringan dan paling cepat bila berada pada suhu 300C. Pada kultur agar darah dimana suhunya 370C, koloni-koloninya mungkin akan semakin kecil hanya dalam waktu 24 jam. Yersinia pseudotuberculosis, terdapat pada setidaknya 6 serotipe, tetapi serotipe O1 terhitung paling banyak menginfeksi pada manusia. Y pseudotuberculosis terjadi pada hewan dan burung serta pada pertanian, yang mengeluarkan organisme tersebut melalui fesesnya. Injeksi pada manusia mungkin akibat dari mengkonsumsi material yang terkontaminasi oleh feses hewan tersebut. Penularan dari orang ke orang mungkin terjadi. Contoh berikut yang lainnya dari Yersinia yaitu Yersinia enterocolitica, muncul dengan lebih dari 50 serotipe; sebagian besar diisolasi dari penyakit pada manusia, yaitu memiliki serotipe O3, O8, dan O9. Organisme ini dapat menghasilkan enterotoksin yang stabil terhadap panas, namun cara kerja racun ini pada infeksi diare tidak begitu jelas terdefinisi. Y enterocolitica telah diisolasi dari rodensia dan hewan-hewan domestik (seperti domba, sapi, babi, anjing dan kucing) serta dari air yang terkontaminasi oleh organisme tersebut. Penularannya ke manusia mungkin dapat terjadi melalui kontaminasi pada makanan, minuman atau fomites.
Ø Francisella
Yang termasuk dalam kelompok ini Francisella tularensis adalah bakteri kecil gram negatif berbentuk batang pleomorfik. Organisme ini jarang terlihat pada jaringan smear. Francisella tularensis ditemukan tersebar luas pada hewan reservoir dan ditularkan ke manusia melalui gigitan arthropods, kontak langsung dengan jaringan hewan yang terinfeksi, menghirup aerosol atau menelan makanan atau air yang terkontaminasi. Penyakit yang ditimbulkan, tularemia, jarang ditemukan di Amerika Serikat, dan persentasi klinik akan tergantung pada jalur infeksi tersebut. Organisme ini biasanya diidentifikasi melalui kondisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan dengan metode pewarnaan immunofluorescence atau aglutinasi dengan antisera spesifik .
info obat-obat
1. Amfoterisin BAmfoterisin B merupakan antibiotik polyene yang dihasilkan oleh galur Streptomyces nodosus. Obat ini bisa bertindak sebagai fungistatik maupun fungisidal dengan mengikat sterol (misalnya ergosterol) dalam membran sel yang berujung pada kematian sel. Formulasi yang lebih baru amfoterisin lipid, ternyata sama efektif dengan formulasi lama namun lebih kurang nefrotoksik. Hidrasi yang adekuat bisa mengurangi nefrotoksisitas, dan pasien mentolerir cairan harus diberikan sebelum dan sesudah hidrasi.
Kontraindikasi
Riwayat hipersensitif
Dosis & Cara Pemberian
Amfoterisin : 0,25 mg/kg BB dengan infusi lambat selama 2-6 jam. Dosis maksimal 1,5 mg/kg BB per hari.
Interaksi
*Obat antineoplastik bisa meningkatkan potensi toksisitas ginjal, bronkospasma, dan hipotensi. * Kortikosteroid, digitalis, dan tiazid berpotensi hipokalemia *Siklosporin, aminoglikosida, cidofovir, pentamidin, tacrolimus, dan vancomisin bisa meningkatkan risiko toksisitas ginjal. *Antifungi azol mengurangi efikasi amfoterisin *Zidovudin bisa menambah nefrotoksisitas dan mielotoksisitas.
*Amfoterisin bisa meningkatkan toksisitas flutikason *Amfoterisin bisa meningkatkan aktivitas daunorubisin dan doksorubisin.
Efek Samping
Demam, sakit kepala, anoreksia, kehilangan bobot badan, gangguan gastrointestinal, malaise, nyeri epigastrik, dispepsia, anemia.
Nama dagang
Fungizone
2. Itrakonazol
Farmakologi
Itrakonazol, antifungi sintetik triazol, memiliki aktivitas yang lebih besar melawan Aspergillus dibandingkan dengan flukonazol atau ketokonazol. Obat ini bersifat fungistatik dengan memperlambat pertumbuhan sel jamur melalui inhibisi cytochrome P-450–dependent synthesis of ergosterol, suatu komponen vital dalam membarn sel jamur. Formulasi per oral (kapsul, suspensi) biasa dgunakan untuk terapi antifungi jangka panjang. Formulasi kini juga telah tersedia. Karena tidak larut dalam air, suspensi per oral dan intravena dilarutkan dengan hydroxypropyl-beta-cyclodextrin.
Kontraindikasi
Hipersensitif, menyusui, gagal ginjal, gagal ventrikular kiri
Dosis & Cara Pemberian
*Kapsul: 200-400 mg/ hari dengan makanan atau cola
*Infeksi yang mengancam jiwa: 200 mg 3 x sehari untuk 3 hari pertama, selanjutnya 200 mg dua kali sehari *Suspensi oral: 200-400 mg/hari saat perut kosong
*IV: 200 mg dua kali sehari untuk 2 hari, selanjutnya 200 mg/hari *Anak: dosisnya belum ada, namun direkomendasikan untuk anak 3-16 tahun, 5-10 mg/kg/ hari per oral untuk profilaksis Aspergillus pada anak dengan chronic granulomatous disease (gunakan suspensi per oral)
Peringatan
Hati-hati penggunaan itrakonazol pada insufisiensi hepatik; pasien dengan factor risiko jantung.
Interaksi
Karena menghambat enzim cytochrome P-450 hepatik, maka itrakonazol meningkatkan kadar banyak obat lain; toksisitas jantung serius bisa terjadi saat pemberian bersamaan dengan cisapride, dofetilide, pimozide, atau kuinidin; mempengaruhi metabolisme beberapa obat golongan benzodiazepine sehingga memperpanjang sedasi; pemberian bersamaaan dengan lovastatin atau simvastatin meningkatkan risiko rhabdomyolysis; monitor kadar siklosporin, takrolimus, dan digoksin (itrakonazol meningkatkan kadar dan perlu dilakukan pengaturan dosis); penyerapan itrakonazol per oral perlu suasana lambung asam (penghambat H2 dan PPI sebaiknya tidak diberikan secara bersamaan).
Efek Samping
Sakit kepala, nyeri abdomen, nausea, pusing, dispepsia, ruam, pruritus, rambut rontok, dan edema.
Nama dagang
Sporanox, Forcanox, Fungitrazol, Furolnok, Itzol, Nufatrac, Sporacid, Unitrac
3. Vorikonazol
Farmakologi
Vorikonazol, digunakan untuk pengobatan primer invasive aspergillosis dan pengobatan penyelamatan dari infeksi spesies Fusarium atau Scedosporium apiospermum. Obat ini merupakan antifungi triazol yang bekerja dengan menghambat cytochrome P-450–mediated 14 alpha-lanosterol demethylation yang sangat esensial dalam biosintesis ergosterol jamur.
Kontraindikasi
Hipersensitif, jangan diberikan dalam bentuk IV dengan CrCl <50 mL/menit (mengurangi eksresi IV); pemberian bersamaan dengan rifampisin, rifabutin, carbamazepin, barbiturat, sirolimus, pimozide, kuinidin, cisapride, atau alkaloid ergot.
Dosis & Cara Pemberian
Pemberian cara infusi dengan kecepatan maksimal 3mg/kg/jam selama 1-2 jam. Terapi inisial dengan loading dose: 6 mg/kg IV tiap 12 jam untuk 2 dosis, diikuti dengan dosis pemeliharaan: 4 mg/kg IV tiap 12 jam. Bila pasien tidak mampu menerima pengobatan, maka dosis pemeliharaan dikurangi hingga 3 mg/kg tiap 12 jam.
Interaksi
Penginduksi CYP-450 (misalnya rifampin) tampak menurunkan kadar steady state peak plasma hingga 93%; meningkatkan kadar serum obat yang dimetabolisme oleh CYP-450 2C19 atau 2C9, yang sebagian diantaranya kontraindikasi ( sirolimus, pimozide, quinidine, cisapride, alkaloid ergot); monitoring yang sering harus dilakukan pada penggunaan bersama dengan siklosporin, tacrolimus, warfarin, inhibitor HMG CoA, benzodiazepin, penghambat kanal kalsium.
Efek Samping
Gangguan penglihatan, demam, kedinginan, sakit perut, nyeri abdomen, takikardia, gangguan tekanan darah, vasodilatasi, gangguan gastrointestinal, mulut kering, halusinasi, pusing, dan ruam.
Nama Dagang
Vfend
4. Flukonazol
Farmakologi
Flukonazol merupakan inhibitor cytochrome P-450 sterol C-14 alpha-demethylation jamur yang sangat selektif. Selanjutnya kehilangan sterol normal berkorelasi dengan 14 alpha-methyl sterols pada jamur dan mungkin bertanggung jawab atas aktivitas fungistatik flukonazol.Secara in vitro flukonazol memperlihatkan aktivitas fungistatik terhadap Cryptococcus neoformans dan Candida spp.
Indikasi
Vaginal candidiasis
Peringatan
Penggunaan pada masa kehamilan dan menyusui tidak direkomendasikan
Dosis & Cara Pemberian
Dosis tunggal 150 mg. Modifikasi dosis perlu.
Pemberian dilakukan pada pasien dengan gangguan ginjal. Flukonazol bisa menyebabkan kerusakan hati pada kasus jarang. Fungsi hati harus dimonitor setelah beberapa hari penggunaan obat.
Interaksi
Interaksi Hati-hati pada penggunaan bersama dengan oabat seperti fenintoin, siklosporin, teofilin, dan koumadin.
Efek Samping
Sakit kepala, nyeri abdominal, diare, dan pusing. Ruam pada kulit bisa terjadi tapi jarang.
Nama Dagang
Diflucan
5. Itrakonazol
Farmakologi
Itrakonazol merupakan antijamur sintetik triazol yang bekerja menghambat pertumbuhan sel jamur dengan menghambat sintesis ergosterol yang tergantung pada CYP450, yang merupakan komponen vital untuk membrane sel jamur. Itrakonazol efektif melawan sejumlah jamur, termasuk candida albicans.
Indikasi
Vulvovaginal candidiasis
Kontra Indikasi
Hipersensitif; pemberian bersamaan dengan cisapride, alprazolam, atau triazolam
Dosis & Cara Pemberian
200 mg PO 2 kali sehari selama 1 hari, atau 200 mg satu kali sehari selama 3 hari.
Interaksi
Inhibitor potent CYP3A4; antacid bisa mengurangi absorpsi itrakonazol; edema bisa terjadi pada pemberian bersamaan dengan calcium channel blockers (misalnya amlodipine, nifedipine); meningkatkan konsentrasi plasma tacrolimus dan siklosporin saat digunakan dosis tinggi; rhabdomyolysis bisa terjadi pada pemberian bersamaan dengan HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin atau simvastatin); pemberian bersamaan dengan cisapride bisa menyebabkan abnormalitas irama jantung dan kematian; meningkatkan kadar digoksin; pemberian bersamaan bis ameningkatkan kadar midazolam, alprazolam, atau triazolam; fenintoin dan rifampin bisa mengurangi kadar itrakonazol.
Efek Samping
Mual, muntah, pusing, sakit kepala, diare, hipokalemia, peningkatan transaminase.
Nama Dagang
Sporanox
6. Terkonazol
Farmakologi
Terkonazol secara in vitro tampak memiliki aktivitas fungisidal melawan Candida albicans. Aktivitas antifungal juga terlihat pada jamur lain. Nilai konsenterasi hambat minimum (KHM) terkonazol terhadap sebagian besar Lactobacillus spp yang biasa dijumpai dalam vagina adalah >128 mcg/mL; oleh karena itu bakteri menguntungkan ini tidak dipengaruhi oleh pengobatan.
Bagaimana modus kerja farmakologi terkonazol yang sesungguhnya masih belum pasti. Tapi diperkirakan aktivitas antifungi timbul melalui menganggu permiabilitas membrane sel jamur. Sampai saat ini belum ada laporan resistensi terhadap C. albicans.
Pemberian intravaginal terkonazol, absorpsinya berkisar 5-8% pada 3 hysterectomized subjects dan 12-16% pada 2 non-hysterectomized subject dengan tubal ligation.
Pemberian intravaginal 0,8% terconazole 40 mg sekali sehari selama 7 hari pada individu normal, konsenterasi plasma rendah dan meningkat bertahap hingga mencapai puncak (rata-rata 5,9 ng/mL atau 0,006 mcg/mL) 6,6 jam setelah pemberian.
Indikasi
Sediaan krim dan supositoria diindikasikan untuk pengobatan lokal vulvvaginal candidiasis.
Kontra Indikasi
Hipersensitif; pemberian bersamaan dengan cisapride, alprazolam, atau triazolam
Dosis & Cara Pemberian
Supositoria vaginal (terconazole 80 mg)
diberikan sekali sehari sebelum tidur selama tiga hari berturut-turut. Krim vagina terconazole 0,4% diberikan dengan aplikator sekali sehari sebaiknya malam hari, selama 7 hari berturut-turut. Krim vagina 0,8% diberikan sekali sehari selam 3 hari berturut-turut.
Interaksi
Kadar estradiol (E2) dan progesterone tidak berbeda signifikan saat krim vagina terconazole 0,8% diberikan pada wanita sehat yang menggunakan kontrasepsi oral dosis rendah.
Efek Samping
Iritasi, meningkatkan sensitifitas, rasa terbakar pada vulva atau vagina, sakit kepala, nyeri saaat menstruasi, nyeri pada kemaluan wanita, nyeri pada perut dan badan, demam, dan kedinginan.
Nama Dagang
Terazol
Kontraindikasi
Riwayat hipersensitif
Dosis & Cara Pemberian
Amfoterisin : 0,25 mg/kg BB dengan infusi lambat selama 2-6 jam. Dosis maksimal 1,5 mg/kg BB per hari.
Interaksi
*Obat antineoplastik bisa meningkatkan potensi toksisitas ginjal, bronkospasma, dan hipotensi. * Kortikosteroid, digitalis, dan tiazid berpotensi hipokalemia *Siklosporin, aminoglikosida, cidofovir, pentamidin, tacrolimus, dan vancomisin bisa meningkatkan risiko toksisitas ginjal. *Antifungi azol mengurangi efikasi amfoterisin *Zidovudin bisa menambah nefrotoksisitas dan mielotoksisitas.
*Amfoterisin bisa meningkatkan toksisitas flutikason *Amfoterisin bisa meningkatkan aktivitas daunorubisin dan doksorubisin.
Efek Samping
Demam, sakit kepala, anoreksia, kehilangan bobot badan, gangguan gastrointestinal, malaise, nyeri epigastrik, dispepsia, anemia.
Nama dagang
Fungizone
2. Itrakonazol
Farmakologi
Itrakonazol, antifungi sintetik triazol, memiliki aktivitas yang lebih besar melawan Aspergillus dibandingkan dengan flukonazol atau ketokonazol. Obat ini bersifat fungistatik dengan memperlambat pertumbuhan sel jamur melalui inhibisi cytochrome P-450–dependent synthesis of ergosterol, suatu komponen vital dalam membarn sel jamur. Formulasi per oral (kapsul, suspensi) biasa dgunakan untuk terapi antifungi jangka panjang. Formulasi kini juga telah tersedia. Karena tidak larut dalam air, suspensi per oral dan intravena dilarutkan dengan hydroxypropyl-beta-cyclodextrin.
Kontraindikasi
Hipersensitif, menyusui, gagal ginjal, gagal ventrikular kiri
Dosis & Cara Pemberian
*Kapsul: 200-400 mg/ hari dengan makanan atau cola
*Infeksi yang mengancam jiwa: 200 mg 3 x sehari untuk 3 hari pertama, selanjutnya 200 mg dua kali sehari *Suspensi oral: 200-400 mg/hari saat perut kosong
*IV: 200 mg dua kali sehari untuk 2 hari, selanjutnya 200 mg/hari *Anak: dosisnya belum ada, namun direkomendasikan untuk anak 3-16 tahun, 5-10 mg/kg/ hari per oral untuk profilaksis Aspergillus pada anak dengan chronic granulomatous disease (gunakan suspensi per oral)
Peringatan
Hati-hati penggunaan itrakonazol pada insufisiensi hepatik; pasien dengan factor risiko jantung.
Interaksi
Karena menghambat enzim cytochrome P-450 hepatik, maka itrakonazol meningkatkan kadar banyak obat lain; toksisitas jantung serius bisa terjadi saat pemberian bersamaan dengan cisapride, dofetilide, pimozide, atau kuinidin; mempengaruhi metabolisme beberapa obat golongan benzodiazepine sehingga memperpanjang sedasi; pemberian bersamaaan dengan lovastatin atau simvastatin meningkatkan risiko rhabdomyolysis; monitor kadar siklosporin, takrolimus, dan digoksin (itrakonazol meningkatkan kadar dan perlu dilakukan pengaturan dosis); penyerapan itrakonazol per oral perlu suasana lambung asam (penghambat H2 dan PPI sebaiknya tidak diberikan secara bersamaan).
Efek Samping
Sakit kepala, nyeri abdomen, nausea, pusing, dispepsia, ruam, pruritus, rambut rontok, dan edema.
Nama dagang
Sporanox, Forcanox, Fungitrazol, Furolnok, Itzol, Nufatrac, Sporacid, Unitrac
3. Vorikonazol
Farmakologi
Vorikonazol, digunakan untuk pengobatan primer invasive aspergillosis dan pengobatan penyelamatan dari infeksi spesies Fusarium atau Scedosporium apiospermum. Obat ini merupakan antifungi triazol yang bekerja dengan menghambat cytochrome P-450–mediated 14 alpha-lanosterol demethylation yang sangat esensial dalam biosintesis ergosterol jamur.
Kontraindikasi
Hipersensitif, jangan diberikan dalam bentuk IV dengan CrCl <50 mL/menit (mengurangi eksresi IV); pemberian bersamaan dengan rifampisin, rifabutin, carbamazepin, barbiturat, sirolimus, pimozide, kuinidin, cisapride, atau alkaloid ergot.
Dosis & Cara Pemberian
Pemberian cara infusi dengan kecepatan maksimal 3mg/kg/jam selama 1-2 jam. Terapi inisial dengan loading dose: 6 mg/kg IV tiap 12 jam untuk 2 dosis, diikuti dengan dosis pemeliharaan: 4 mg/kg IV tiap 12 jam. Bila pasien tidak mampu menerima pengobatan, maka dosis pemeliharaan dikurangi hingga 3 mg/kg tiap 12 jam.
Interaksi
Penginduksi CYP-450 (misalnya rifampin) tampak menurunkan kadar steady state peak plasma hingga 93%; meningkatkan kadar serum obat yang dimetabolisme oleh CYP-450 2C19 atau 2C9, yang sebagian diantaranya kontraindikasi ( sirolimus, pimozide, quinidine, cisapride, alkaloid ergot); monitoring yang sering harus dilakukan pada penggunaan bersama dengan siklosporin, tacrolimus, warfarin, inhibitor HMG CoA, benzodiazepin, penghambat kanal kalsium.
Efek Samping
Gangguan penglihatan, demam, kedinginan, sakit perut, nyeri abdomen, takikardia, gangguan tekanan darah, vasodilatasi, gangguan gastrointestinal, mulut kering, halusinasi, pusing, dan ruam.
Nama Dagang
Vfend
4. Flukonazol
Farmakologi
Flukonazol merupakan inhibitor cytochrome P-450 sterol C-14 alpha-demethylation jamur yang sangat selektif. Selanjutnya kehilangan sterol normal berkorelasi dengan 14 alpha-methyl sterols pada jamur dan mungkin bertanggung jawab atas aktivitas fungistatik flukonazol.Secara in vitro flukonazol memperlihatkan aktivitas fungistatik terhadap Cryptococcus neoformans dan Candida spp.
Indikasi
Vaginal candidiasis
Peringatan
Penggunaan pada masa kehamilan dan menyusui tidak direkomendasikan
Dosis & Cara Pemberian
Dosis tunggal 150 mg. Modifikasi dosis perlu.
Pemberian dilakukan pada pasien dengan gangguan ginjal. Flukonazol bisa menyebabkan kerusakan hati pada kasus jarang. Fungsi hati harus dimonitor setelah beberapa hari penggunaan obat.
Interaksi
Interaksi Hati-hati pada penggunaan bersama dengan oabat seperti fenintoin, siklosporin, teofilin, dan koumadin.
Efek Samping
Sakit kepala, nyeri abdominal, diare, dan pusing. Ruam pada kulit bisa terjadi tapi jarang.
Nama Dagang
Diflucan
5. Itrakonazol
Farmakologi
Itrakonazol merupakan antijamur sintetik triazol yang bekerja menghambat pertumbuhan sel jamur dengan menghambat sintesis ergosterol yang tergantung pada CYP450, yang merupakan komponen vital untuk membrane sel jamur. Itrakonazol efektif melawan sejumlah jamur, termasuk candida albicans.
Indikasi
Vulvovaginal candidiasis
Kontra Indikasi
Hipersensitif; pemberian bersamaan dengan cisapride, alprazolam, atau triazolam
Dosis & Cara Pemberian
200 mg PO 2 kali sehari selama 1 hari, atau 200 mg satu kali sehari selama 3 hari.
Interaksi
Inhibitor potent CYP3A4; antacid bisa mengurangi absorpsi itrakonazol; edema bisa terjadi pada pemberian bersamaan dengan calcium channel blockers (misalnya amlodipine, nifedipine); meningkatkan konsentrasi plasma tacrolimus dan siklosporin saat digunakan dosis tinggi; rhabdomyolysis bisa terjadi pada pemberian bersamaan dengan HMG-CoA reductase inhibitor (lovastatin atau simvastatin); pemberian bersamaan dengan cisapride bisa menyebabkan abnormalitas irama jantung dan kematian; meningkatkan kadar digoksin; pemberian bersamaan bis ameningkatkan kadar midazolam, alprazolam, atau triazolam; fenintoin dan rifampin bisa mengurangi kadar itrakonazol.
Efek Samping
Mual, muntah, pusing, sakit kepala, diare, hipokalemia, peningkatan transaminase.
Nama Dagang
Sporanox
6. Terkonazol
Farmakologi
Terkonazol secara in vitro tampak memiliki aktivitas fungisidal melawan Candida albicans. Aktivitas antifungal juga terlihat pada jamur lain. Nilai konsenterasi hambat minimum (KHM) terkonazol terhadap sebagian besar Lactobacillus spp yang biasa dijumpai dalam vagina adalah >128 mcg/mL; oleh karena itu bakteri menguntungkan ini tidak dipengaruhi oleh pengobatan.
Bagaimana modus kerja farmakologi terkonazol yang sesungguhnya masih belum pasti. Tapi diperkirakan aktivitas antifungi timbul melalui menganggu permiabilitas membrane sel jamur. Sampai saat ini belum ada laporan resistensi terhadap C. albicans.
Pemberian intravaginal terkonazol, absorpsinya berkisar 5-8% pada 3 hysterectomized subjects dan 12-16% pada 2 non-hysterectomized subject dengan tubal ligation.
Pemberian intravaginal 0,8% terconazole 40 mg sekali sehari selama 7 hari pada individu normal, konsenterasi plasma rendah dan meningkat bertahap hingga mencapai puncak (rata-rata 5,9 ng/mL atau 0,006 mcg/mL) 6,6 jam setelah pemberian.
Indikasi
Sediaan krim dan supositoria diindikasikan untuk pengobatan lokal vulvvaginal candidiasis.
Kontra Indikasi
Hipersensitif; pemberian bersamaan dengan cisapride, alprazolam, atau triazolam
Dosis & Cara Pemberian
Supositoria vaginal (terconazole 80 mg)
diberikan sekali sehari sebelum tidur selama tiga hari berturut-turut. Krim vagina terconazole 0,4% diberikan dengan aplikator sekali sehari sebaiknya malam hari, selama 7 hari berturut-turut. Krim vagina 0,8% diberikan sekali sehari selam 3 hari berturut-turut.
Interaksi
Kadar estradiol (E2) dan progesterone tidak berbeda signifikan saat krim vagina terconazole 0,8% diberikan pada wanita sehat yang menggunakan kontrasepsi oral dosis rendah.
Efek Samping
Iritasi, meningkatkan sensitifitas, rasa terbakar pada vulva atau vagina, sakit kepala, nyeri saaat menstruasi, nyeri pada kemaluan wanita, nyeri pada perut dan badan, demam, dan kedinginan.
Nama Dagang
Terazol
Langganan:
Postingan (Atom)